Rabu, 9 Sya'ban 1439 / 25 April 2018

Rabu, 9 Sya'ban 1439 / 25 April 2018

Komisi 8 DPR Akui Fasilitas Haji Armina Belum Layak

Kamis 15 September 2016 08:56 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Andi Nur Aminah

Jamaah haji Indonesia berada di tenda perkemahan untuk melaksanakan ibadah wukuf di Arafah, Ahad (11/9). (Republika/ Amin Madani)

Jamaah haji Indonesia berada di tenda perkemahan untuk melaksanakan ibadah wukuf di Arafah, Ahad (11/9). (Republika/ Amin Madani)

Foto: Republika/ Amin Madani

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi 8 DPR Deding Ishaq mengakui fasiitas jamaah haji ketika beribadah di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina) masih belum memenuhi standar kelayakan. Ia menyebut dalam hal katering makanan, wilayah di Makkah dan Madinah sudah ada perbaikan.

Adapun untuk wilayah Armina masih ditemukan makanan kurang layak. Selain itu sarana tenda dan pendingin ruangan juga kurang memadai. "Katering di Madinah, Makkah baik tetapi untuk Armina masih belum layak. Tenda-tenda yang ada sudah rusak sudah lama tapi masih dipakai, karpet tanpa alas, AC sangat terbatas, listrik kadang mati," katanya pada Republika.co.id.

Politisi partai Golkar itu berharap adanya perbaikan sarana pada musim haji tahun depan. Apalagi menurutnya puncak ibadah haji adalah ketika berada di padang Arafah. "Ini yang harus dan telah disepakati untuk tahun depan harus diperbaiki secara signifikan mendasar karena haji adalah Arafah," ujarnya.

Sebelumnya, Menag Lukman Hakim Syaifuddim mengakui ada beberapa catatan yang mesti diperbaiki dalam pelayanan akomodasi di Arafah. Lukman mengatakan penyejuk udara dan tenda jamaah harus diperbaiki sehingga kenyamanan jamaah dalam beribadah bisa ditingkatkan.

Pemondokan di Mina juga menjadi catatan yang memerlukan banyak pembenahan. Katering pun memiliki catatan meski sebagian besar jamaah haji Indonesia mengaku sudah merasa cocok dengan menunya. Salah satunya adalah ada sebagian menu yang basi karena dikonsumsi sudah melebihi batas waktu makannya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA