Jumat , 04 September 2015, 05:52 WIB

Tempat Bersejarah di Madinah (2)

Red: Dwi Murdaningsih
Ustmaniyah Tourism
Jabal Uhud
Jabal Uhud

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Anggito Abimanyu
Tempat  yang paling sering dikunjungi di Madinah setelah Masjid Nabawi adalah Masjid Quba. Masjid Quba adalah masjid yang pertama-tama didirikan oleh Nabi Muhammad SAW.

Ada juga masjid berkiblat dua terkenal dengan sebutan nama Masjid Qiblatain. Majid ini letaknya di tepi jalan menuju kampus Universitas Madinah di dekat Istana Raja. Masjid ini mula-mula dikenal dengan nama Masjid Bani Salamah, karena masjid ini dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah.

Pada permulaan Islam, orang melakukan shalat dengan menghadap kiblat ke arah Baitul Maqdis di Yerussalem, Palestina. Bersamaan dengan turunnya wahyu surat Al Baqarah ayat 144, waktu Dzhuhur di Masjid Salamah ini dilakukan perubahan arah kiblat ke arah Masjidil Haram. 

Tempat terjadinya pertempuran yang menggugurkan 70 orang syuhada atau Jabal Uhud adalah tempat bersejarah peradaban Islam yang juga menjadi tempat favorit kunjungan. Jabal Uhud adalah nama sebuah bukit terbesar di Madinah. Letaknya  sekitar 5 km dari pusat kota Madinah, berada di pinggir jalan lama Madinah-Makkah. Di lembah bukit ini pernah terjadi perang dahsyat antara kaum Muslimin sebanyak 700 orang melawan kaum musyrikin Makkah sebanyak 3.000 orang.

Madinah dikenal sebagai kota penghasil kurma terlezat di Arab Saudi. Kurma yang ditanam adalah kurma Nabi atau Ajwa. Hamparan kebun kurma nan rimbun bisa dilihat di beberapa titik di Kota Nabi. Salah satu perkebunan kurma yang paling rimbun berada di sekeliling Masjid Quba, yang kira-kira berjarak 5 km di sebelah tenggara Kota Madinah.