Ahad , 27 September 2015, 08:00 WIB

Isi Curhatan Muslim Pedalaman Papua kepada Ustaz Fadhlan

Rep: Agung Sos/ Red: Agung Sasongko
ROL/Agung Sasongko
Kubah Masjid untuk Islamic Center Al Aqsa, Walesi, Jayawijaya, Papua.
Kubah Masjid untuk Islamic Center Al Aqsa, Walesi, Jayawijaya, Papua.

REPUBLIKA.CO.ID, WAMENA -- Presiden Yayasan Al Fatih Kaffah Nusantara, Ustaz Fadhlan Gharamatan menilai kelangsungan generasi Muslim Papua tergantung dari kesediaan umat Islam membantu.Ia mengakui, bantuan yang diberikan kepada umat Islam di Papua perlu diperkuat.

'Saya malu, saya menangis, ketika ada kepala suku Air Garam dengan bahasa tradisional berkata kepada saya‎ butuh bantuan untuk pembangunan rumah da\'i, fasilitas pembinaan untuk generasi muda,dan papan untuk masjid yang sudah reyot,' kata dia, Jumat (25/9).
 
Menurutnya, kalau bukan umat Islam siapa lagi yang akan peduli dengan regenerasi Muslim Papua. Kalau tidak ada yang peduli tentu pengaruhnya sangat besar terhadap dakwah umat Islam. 'Dakwah kita tentu terancam,' ucapnya.
 
Saat ini, kata Ustaz, cukup banyak pelajar Muslim Papua yang tengah studi di Jawa dan daerah lainnya. Mereka akan kembali ke daerah masing-masing, berdakwah di tanah kelahirannya.
 
Sebelumnya, AFKN memberikan bantuan kepada Masjid Khairul Ummah Tolikara dan Islamic Center Al Aqsa, Walesi, Jayawijaya. Bantuan yang diberikan berupa uang tunai sebesar 150 juta rupiah dan puluhan karpet sajadah,