Selasa , 18 April 2017, 14:32 WIB

Daripada Awasi Kitab di Pesantren, Kemenag Diminta Buat Buku Berkualitas

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Agus Yulianto
Darmawan/Republika
KH Didin Hafiduddin
KH Didin Hafiduddin

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Keberadaan Lembaga Penjaminan Mutu Pesantren memang tengah diperbincangkan. Terutama, soal salah satu tugasnya yang mungkin akan mengawasi kitab-kitab yang diajarkan di pesantren-pesantren.

"Terlalu naif," kata Ketua Umum Badan Kerja Sama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI), Prof Didin Hafidhuddin kepada Republika.co.id, Selasa (17/4).

Guru Besar Institut Pertanian Bogor itu merasa Kemenag terlalu naif, lantaran terlalu jauh melakukan pengawasan ke pesantren. Terlebih, kalau memang akan dilakukan sampai kepada kitab-kitab yang diajarkan di pesantren-pesantren.

Didin menyarankan, akan lebih baik kalau Kemenag membuat atau menyusun kita-kitab atau buku-buku yang memiliki kualitas yang lebih baik. Menurut dia, langkah itu bisa diambil sebagai pilihan lain atas penggunaan buku-buku turots.

"Lebih baik, Kemenag membuat atau menyusun kitab atau buku yang lebih berkualitas sebagai alternatif daripada buku-bukunya turots," ujar Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut