Selasa , 05 December 2017, 04:15 WIB

Rumah Pertama di Permukaan Air untuk Manusia Itu Adalah...

Rep: Mgrol97/ Red: Agus Yulianto
Reuters/Fahad Shadeed
Kabah
Kabah

REPUBLIKA.CO.ID, Allah SWT menyatakan bahwa Baitulharam adalah rumah pertama yang dibangun untuk manusia. Para musafir seperti Qatadah, as-Suddi, dan Mujahid berpandangan bahwa Baitulharam merupakan rumah pertama yang muncul di permukaan air ketika Allah SWT menciptakan langit dan bumi. Selain itu, dikatakan bahwa Makkah pada saat itu merupakan titik besar dari gumpalan buih putih yang mengapung di atas air, sementara bumi dibentangkan di bawahnya.

Sesungguhnya rumah pertama kali dibangun untuk (tempat beribadah) adalah Baitullah di Bakkah yang diberkati dan dijadikan petunjuk bagi semua manusia. Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim. Siapa yang memasukinya maka amanlah dia. Menunaikan haji adalah kewajiban manusai terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Siapa yang mengingkari kewajiban ini, maka sesungguhnya Allah Mahakaya dari semesta alam.” (QS. Ali Imran : 96-97)

Dikutip dari Ensiklopedia Alquran bahwa diantara argumen mereka adalah kenyataan bahwa Allah SWT menyebut Makah sebagai Umm al-Qura. Ini artinya, Makkah  adalah induk seluruh kota dan desa di muka bumi. Oleh karena itu, mereka menganggap bumi terbentang di bawahnya.

Allah SWT berfirman: “Demikianlah Kami wayuhkan Alquran kepadamu dalam bahasa Arab supaya kamu memperingatkan penduduk Umm al-Qura dan negeri-negeri sekelilingnya. Serta memberi peringatan pula tentang adanya hari Kiamat yang tidak ada keraguan atasnya. Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka.” (QS. ays-Syura:7)

Menurut Abu Abdillah ra Makkah dulunya adalah intan putih di atas air yang kemudian diangkat Allah SWT ke langit. Lokasinya tepat berhadapan dengan Batullah di bumi. Setiap hari, 70 ribu malaikat memasukinya dan tidak pernah kembali memasukinya.

Lalu Allah SWT memerintahkan Ibrahim di atas fondasi yang telah ditentukan. Namun, menurut Amirulmukminin Imam Ali bin Abi Thalib, makna kalimat ‘rumah pertama yang dibangun untuk manusia’ dalam firman tersebut adalah rumah pertama yang dibangun untuk ibadah manusia. Dimana  sebelumnya tidak ada rumah yang dijadikan tujuan untuk menunaikan ibadah haji.