Thursday, 10 Sya'ban 1439 / 26 April 2018

Thursday, 10 Sya'ban 1439 / 26 April 2018

Kemenag Gelar Mengaji Indonesia di UIN Sumut

Selasa 10 April 2018 13:30 WIB

Red: Agus Yulianto

Mahasiswa mengikuti khatam al quran bersama dalam program Kampus Nusantara Mengaji (Ilustrasi)

Mahasiswa mengikuti khatam al quran bersama dalam program Kampus Nusantara Mengaji (Ilustrasi)

Foto: dok. Humas Unsyiah
Program ini akan hadir di sejumlah perguruan tinggi keagamaan Islam di Tanah Air.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama kembali menggelar Program Mengaji Indonesia. Kali ini, kegiatan akan berlangsung di UIN Sumatera Utara pada Rabu (11/04) malam.

Program Mengaji Indonesia edisi kedua ini akan menghadirkan tiga narasumber, yakni: Yudi Latif, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Habib Jindan bin Novel bin Salim, pengasuh Pesantren Al-Fakhriyah Tangerang, dan Saidurrahman, Rektor UIN Medan. Selain itu, akan hadir juga Indah Nevertari, artis Medan yang memenangkan audisi Rising Star Indoneisa tahun 2014. Selaku host, Menag Lukman akan memandu talk show bersama para narasumber.

Gelaran kali kedua ini mengusung tema “Kita Indonesia, Kita Berbudaya". “Tema ini diambil karena atas dasar beberapa pertimbangan, di antaranya adalah ingin mendudukkan antara budaya dan agama dalam konteks keindonesiaan pada posisi yang pas itu seperti apa?," ungkap Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Arskal Salim.

“Sebab, tidak sedikit orang yang menafikan khazanah budaya bangsa yang sangat agung itu dengan dalih pemahaman keagamaannya, sehingga mereka berupaya menggeser atau menggantikan budaya Indonesia dengan budaya dari luar," lanjutnya.

Rektor UIN Sumatera Utara, Saidurrahman, mengatakan, program Mengaji Indonesia dimaksudkan untuk lebih mendekatkan dan mengajak lapisan masyarakat dalam memantapkan semangat keindonesiaan dan keislamannya sehingga antara Islam dan Indonesia menyatu dalam jiwa bangsa Indonesia.

“Tidak sedikit masyarakat yang kini memperhadapkan antara keislaman dan keindonesiaan itu sehingga pada gilirannya sangat mengganggu dalam mewujudkan keharmonisan umat beragama di tanah air," ungkap Rektor.

Kepala Subdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Diktis sebagai leading sector penyelenggaraan program Mengaji Indonesia Suwendi, menyatakan, bahwa program ini akan hadir di sejumlah perguruan tinggi keagamaan Islam di tanah air secara rutin.

“Ini merupakan bagian dari ikhtiar Kementerian Agama dalam mendiskusikan problem kebangsaan dan solusinya terutama dengan pendekatan sosial keagamaan sehingga masyarakat memiliki pemahaman dan pengetahuan yang baik”, ungkap doktor Pendidikan Islam UIN Jakarta.

Menurut Suwendi,  Mengaji Indonesia atau Mengasah Jati Diri Indonesia merupakan salah satu program yang direkomendasikan pada Rakernas Pimpinan Kementerian Agama tahun 2018.

Kali pertama, Mengaji Indonesia diadakan di UIN Sunan Ampel, Surabaya, pada Maret 2018 dengan menghadirkan narasumber KH. Ahmad Mustofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus, Rosiana Silalahi, penyiar senior Kompas TV, dan Prof A'la, Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya.

Dalam kesempatan itu, lanjut Suwendi, Gus Mus berceramah tentang menjadi muslim Indonesia. Sedangkan Rosiana bercerita tentang harmoni dan kedamaian hidup di negeri mayoritas Islam.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES