Selasa , 02 October 2012, 13:08 WIB

Delapan Jamaah Haji Meninggal di Tanah Suci

Rep: Endah Hapsari/ Red: Karta Raharja Ucu
Antara
Ibadah haji merupakan salah satu momen untuk memperluas semangat persaudaraan Islam.
Ibadah haji merupakan salah satu momen untuk memperluas semangat persaudaraan Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Hari ini, Selasa (2/10), empat jamaah haji dikabarkan meninggal dunia di Makkah dan Madinah. Sehingga secara keseluruhan hingga hari kesebelas sudah delapan jamaah haji meninggal dunia di Tanah Suci.

Menurut Kepala Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH), Azimal Zainal Zein, penyebab meninggal jamaah tersebut berbeda-beda. ''Namun, semuanya karena sakit yang dialami,'' ujar dia.

Berdasarkan data dari PPIH, empat jamaah yang meninggal adalah Endang Rusmiyatun binti Rusmin asal embarkasi Solo. Endang wafat di Madinah akibat gangguan sistem sirkulasi.

Saodah Muawanah binti Katiran asal embarkasi Surabaya meninggal dalam perjalanan menuju Madinah akibat mengalami ganguan sistem sirkulasi.

Selanjutnya Yoso Sudarmo bin Pawiro Rejo embarkasi Solo meninggal di Madinah. Sedangkan Yusupandi bin Marjo Suwito meninggal usai melaksanakan ibadah umrah di Makkah, Senin (1/10) pukul 14.00 WAS.

Jamaah asal Kloter 3 embarkasi Solo itu meninggal karena serangan jantung. Hal ini dibenarkan dr Imam Wahyudi di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Daerah Kerja Makkah. ''Pasien meninggal akibat serangan jantung,'' ujarnya.

Empat jamaah yang wafat tersebut menambah panjang daftar jamaah yang meninggal dunia di Tanah Suci. Sebelumnya, ada Sitti Rahmatia Binti Yasin (67), Kloter 2 UPG, wafat di Madinah; Sumardi Bin Soeparno Martowiryon (55), Kloter 5 SOC, wafat di Madinah;  Indriano bin Khairunas (49), Kloter 4 PDG, wafat di Madinah, serta Juju Binti Lili Adinata (54), Kloter 8 JKS, yang wafat di Madinah.

Seiring dengan pertambahan jumlah jamaah, pihak BPHI mengakui jumlah jamaah yang sakit turut bertambah. Hingga kini, BPHI Madinah harus menambah ruang perawatan pasien. Bila tak bisa tertangani, BPHI akan langsung merujuk ke rumah sakit Saudi.