Rabu , 21 Agustus 2013, 13:31 WIB

Pembiayaan Permata Syariah Tumbuh 136 Persen

Rep: Qommarria Rostanti/ Red: Nidia Zuraya
Dok Republika
Bank Permata Syariah.
Bank Permata Syariah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pembiayaan Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Permata Tbk pada semester I 2013 meningkat 136 persen. Hingga pertengahan tahun ini, Permata Syariah mampu menyalurkan pembiayaan Rp 11,28 triliun dari Rp 4,78 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Head of Sharia Banking PT Bank Permata, Achmad K Permana mengatakan penyaluran pembiayaan masih terfokus di sektor ritel. "Kami banyak menyalurkan pembiayaan ke sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), alat-alat transportasi, alat-alat berat dan modal kerja," ujarnya, Rabu (21/8).

Selain sektor riil, Permata Syariah berencana menyalurkan pembiayaan haji. Hingga kini, bank baru masuk dalam pembiayaan umrah. "Yang pembiayaan haji baru daftar. Ini salah satu upaya kami untuk meningkatkan bisnis ritel," kata Permata.

Pada semester I ini, Dana Pihak Ketiga (DPK) Permata Syariah juga tumbuh, yakni 98 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp 11,2 triliun. Aset bank meningkat menjadi Rp 15,4 triliun pada semester I 2013 dibanding periode yang sama tahun lalu atau tumbuh 102 persen.

Sementara itu laba bersih Permata Syariah naik 101 persen menjadi Rp 237 miliar dibanding periode sama  tahun sebelumnya yakni Rp 118 miliar. Permana mengatakan pada 2013 Permata Syariah menargetkan pertumbuhan hingga dua kali lipat. Untuk mencapai target tersebut, Permata Syariah terus mengandalkan channeling dengan induknya yakni Bank Permata karena dapat menekan biaya menjadi lebih efisien. "Kami masih mengandalkan pemasaran melalui office channeling karena terbukti efisien," kata dia.

Adanya pemberlakuan uang muka tambahan bagi Kredit Perumahan Rakyat (KPR) oleh seluruh bank baik syariah ataupun konvensional akan berdampak pada bisnis pembiayaan rumah Permata Syariah. Pasalnya pembiayaan rumah yang disalurkan Permata Syariah rata-rata berharga Rp 1 miliar. Untuk mengatasi perlambatan pembiayaan KPR, pihaknya akan menyiapkan strategi baru. "Akan kami siapkan stateginya," ucapnya.