Rabu , 15 November 2017, 13:37 WIB

Bank NTB Sosialisasi Konversi ke Syariah

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Gita Amanda
Muhammad Nursyamsyi
Pakar Perbankan Syariah Muhammad Syafii Antonio memaparkan tentang manfaat konversi Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah di Ballroom Islamic Center NTB, Rabu (15/11).
Pakar Perbankan Syariah Muhammad Syafii Antonio memaparkan tentang manfaat konversi Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah di Ballroom Islamic Center NTB, Rabu (15/11).

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- PT Bank Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mempersiapkan diri dalam upaya konversi menuju Bank NTB Syariah. Dalam proses transformasi ini, Bank NTB juga melakukan upaya sosialisasi kepada para nasabah, masyarakat, dan juga stakeholder di Islamic Center NTB pada Rabu (15/11).

Direktur Utama Bank NTB Komari Subakir mengatakan, sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para nasabah dan juga masyarakat NTB agar proses konversi menuju syariah berjalan dengan lancar dan juga didukung nasabah serta masyarakat NTB.

Komari menyebutkan, perkembangan konversi Bank NTB Syariah tetap on the track dan mulai beroperasi sesuai yang ditargetkan pada Agustus 2018.

"Paling lambat Agustus 2018, tapi mungkin beberapa bulan lebih awal," ujar Subakir kepada Republika.co.id di sela-sela Sosialiasi Konversi Bank NTB Syariah di Ballroom Islamic Center NTB, Rabu (15/11).

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB Farid Falatehan mengaku mendukung penuh konversi Bank NTB Syariah. Jika terealisasi, Bank NTB Syariah akan menjadi bank daerah kedua yang bertransformasi menjadi syariah setelah Bank Aceh. Setelahnya, Bank Nagari di Sumatera Barat, juga sedang mempersiapkan diri untuk konversi ke syariah.

OJK NTB terus memantau setiap perkembangan konversi Bank NTB Syariah. Menurut Farid, keseriusan Bank NTB Syariah terlihat dengan menggandeng enam konsultan yang ahli di bidangnya seperti melalui Tazkia Consulting milik Pakar Perbankan Syariah Muhammad Syafii Antonio.

"Sejauh ini sudah on the track," kata Farid.

Farid meminta direksi Bank NTB Syariah mempersiapkan karyawan dan sistem teknologi informasi, mengingat persoalan sistem teknologi informasi sangat penting dalam keberhasilan konversi. 

Farid juga mengajak seluruh elemen di NTB mendukung konversi ini. Menilik contoh konversi Bank Aceh, di mana seluruh masyarakat, dan nasabah memberikan dukungan penuh atas konversi tersebut. Farid optimistis dukungan warga NTB terhadap konversi ini juga tidak akan kalah hebatnya. Keyakinan ini didasari dengan komitmen pemerintah daerah dan SORE NTB dalam konversi Bank NTB Syariah, serta kentalnya nilai-nilai keIslaman yang terpatri di setiap masyarakat NTB.

"Kami yakin dari warga NTB sangat mendukung konvensi. Saya berharap Bank NTB banyak melakukan sosialisasi," kata Farid menambahkan.