Sabtu , 04 November 2017, 00:45 WIB

Seorang Ayah Tega Lempar Empat Anaknya dari Kereta

Rep: Crystal Liestia Purnama/ Red: Elba Damhuri
Pink News
Kereta api di India
Kereta api di India

REPUBLIKA.CO.ID, UTTAR PRADESH -- Di daerah Uttar Pradesh, India, seorang ayah tega melempar empat anak perempuannya saat mereka sedang menaiki kereta api. Menurut Desiblitz, Jumat (3/11), insiden tersebut terjadi pada 23 Oktober yang dikabarkan terjadi pada tengah malam.

Iddu Mian (42 tahun) dan istrinya Afreena Khatoon melakukan perjalanan dengan kereta api Kamakhya-Katra Express dengan lima anak perempuannya. Kemudian saat kereta bergerak melewati Sitapur, Mian dilaporkan melemparkan empat putrinya. Dia melemparkan mereka satu per satu, sementara istrinya sedang tertudur bersama putri bungsunya.

Tiga anak perempuannya berhasil selamat, namun satu dari mereka meninggal dunia. Pada 1 November Khatoon menjelaskan kepada polisi mengenai apa yang terjadi. Dia mengklaim bahwa Mian kembali kepadanya setelah kejadian tersebut. Saat Khatoon terbangun, dia bertanya kepada suaminya di mana keempat putrinya berada.

"Saya melemparkan mereka. Siapa yang akan memberi makan lima anak perempuan dan mengatur pernikahan mereka?" kata suaminya yang ia tirukan.

Ibu berusia 36 tahun itu menambahkan bahwa suaminya telah melakukan ancaman terhadapnya dan anak perempuan kelimanya agar tidak memberitahu penumpang lain mengenai apa yang ia lakukan. Kemudian saat sampai tujuan di Jammu, Mian meninggalkan mereka.

Polisi memulai penyelidikan awal sebelumnya setelah berbicara dengan salah seorang anak perempuan yang masih hidup. Anak berusia sembilan tahun itu dirawat di Rumah Sakit Sitapur dengan kaki hancur.

Menurut pengakuan gadis itu, awalnya ia mengira kalau ibunya juga dibuang oleh ayahnya. Kemudian polisi menemukan mayat di rel kereta yang diidentifikasi sebagai ibunya.

Namun pada tanggal 30 Oktober Khatoon tiba di West Champaran di Bihar bersama putri bungsunya dan berbicara kepada polisi. "Saya bahkan tidak tahu kapan Iddu membuang keempat putri kami. Saya sedang tidur dengan putri bungsu saya di kursi lain," ujarnya.

Dia juga menjelaskan bahwa Mian tidak bertanggung jawab sebagai ayah dan suami. Menurutnya, selama 13 tahun mereka menikah, dia tidak peduli dengan istri dan anak-anaknya, bahkan tidak memberi uang.

Namun kali itu Mian bersikeras mengajak mereka pergi. Meskipun sudah dicegah oleh ibu Khatoon, ia tetap ngotot untuk pergi.

Sementara polisi melacak lokasi terakhir Mian di Jammu. Namun mereka tidak dapat menemukannya saat mereka tiba di kota. Polisi masih melanjutkan pencariannya.