Selasa, 6 Jumadil Awwal 1439 / 23 Januari 2018

Selasa, 6 Jumadil Awwal 1439 / 23 Januari 2018

Saudi Klaim Gagalkan Serangan Rudal Houthi

Jumat 01 Desember 2017 20:49 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Elba Damhuri

[ilustrasi] Milis Houthi di Sana'a, Yaman.

[ilustrasi] Milis Houthi di Sana'a, Yaman.

Foto: EPA/Yahya Arhab

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Otoritas Arab Saudi mengaku telah menggagalkan serangan rudal yang ditujukan ke negaranya oleh pemeberontak Houthi di Yaman. Mereka mengungkapkan rudal yang ditembakkan itu diperkirakan ditujukan untuk menghantam kota Khamis Mushait.

"Tapi militer berhasil mencegat dan menghancurkan rudal sebelum mencapai sasaran," kata Juru Bicara Angkatan Udara Arab Saudi, Kolonel Turki al-Maliki, seperti diwartakan Aljazirah, Jumat (1/12).

Peluncuran rudal ini merupakan penembakan kedua kalinya yang dilontarkan Houthi dari Yaman. Sebelumnya, otoritas Saudi juga berhasil menggagalkan serangan roket yang mengarah pada bandara internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu (4/11) lalu. Pemerintah Saudi menuduh Iran sebagai pemasok persenjataan Houthi.

Terkait hal tersebut, Maliki mengatakan, kepemilikan senjata semacam itu oleh ekstrimis atau pemberontak merupakan ancaman regional dan internasional. Maliki menyebut rudal-rudal tersebut bertentangan dengan hukum kemanusiaan internasional.

Juru Bicara Houthi Mohammed Abdul Salam mengatakan, akan meningkatkan eskalasi serangan dari perbatasan Yaman-Saudi ke dalam wilayah kerajaan. Namun, mereka tidak mengungkapkan secara spesifik fokus serangan tersebut akan diarahkan.

Sementara, sejumlah roket telah diluncurkan dari Yaman ke kawasan Arab Saudi dalam dua tahun terakhir. Perang terebut sedikitnya telah menewaskan sektiar 10 ribu warga dan menyebabkan kelaparan serta penyakit.

Pemerintah Arab Saudi bersama sekutunya lantas melakukan blokade kepada Yaman untuk melemahkan dan menghentikan pasokan senjata dari Iran. Kendati, hal tersebut membuat kelaparan menimpa kawasan tersebut.

Pekan lalu, pemerintah Saudi melonggarkan blokade dan mempersilahkan bantuan kemanusiaan masuk dalam tiga pekan isolasi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES