Jamaah Diminta Jangan Paksakan Diri Selama di Tanah Suci
Selasa , 16 August 2016, 15:52 WIB

Mardiah
Jamaah Risti Akan Dibatasi

REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH – Penghubung Instansi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ramon Andreas, mengimbau jamaah untuk peduli pada kesehatannya sendiri. Salah satu caranya, jamaah selama berada di Makkah jangan memaksakan diri melakukan aktivitas di luar kemampuannya. 

“Seseorang harus ukur diri, baik yang masih muda apalagi yang sudah usia lanjut. Kenali kemampuan diri,’’ kata Ramon di Kantor Daker Makkah, Sysiah, Arab Saudi, Senin (15/8).

Ramon mengatakan, banyak kasus jamaah jatuh pingsan, sakit atau bahkan meninggal dunia karena faktor kelelahan akibat memaksakan diri. Jamaah memaksakan diri mengikuti ritme aktivitas temannya yang memiliki kondisi kesehatan lebih baik, meski dia sendiri sebenarnya sudah tidak sanggup. 

“Khawatir dibilang hanya tidur-tiduran saja selama berada di Tanah Suci, jamaah sering kali  memaksakan diri, padahal dia sudah tidak sanggup,’’ katanya. ‘’Jamaah muda mungkin masih aktif dan tidak ada gangguan penyakit. Kondisi ini tidak bisa disamakan dengan jamaah lainnya yang sudah tua apalagi risti.’’

Karena itu, Ramon menyarankan jamaah untuk bisa mengatur ritme aktivitasnya selama berada di Makkah. Jika sekiranya tidak mampu atau capai, jamaah sebaiknya tidak memaksakan diri untuk pergi shalat ke Masjidil Haram. Mereka cukup shalat di musholah yang ada di pemondokan jamaah.

Selain istirahat cukup dan tidak memaksakan diri, jamaah diimbau untuk rutin mengkonsumsi air minum. Terlebih suhu Makkah sangat panas dengan rata-rata mencapai 42-43 derajat celcius. 

Redaktur : Achmad Syalaby
Reporter : Didi Purwadi