Jamaah Pahami Larangan Bawa Air Zamzam
Kamis , 15 September 2016, 20:00 WIB

ROL/Sadly Rachman
Jamaah saat minum air zamzam di Masjidil Haram, Makkah

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Jamaah haji Indonesia diimbau untuk tidak membawa air zamzam dalam barang bawaan bagasi kopernya. Pasalnya, tiap jamaah sudah mendapat jatah 5 liter air zamzam yang akan dibagikan ketika jamaah tiba di embarkasi masing-masing.

Dalam pantauan di lapangan, satu dua jamaah sudah memahami larangan membawa air zamzam dalam koper bawaan tersebut. Harahap, jamaah kloter MES-06, mengaku akan mematuhi aturan tersebut.

"Zamzam prioritas kedua karena di Tanah Air juga dibagikan. Saya mencoba ngertiin, ngga mau macam-macam," kata Harahap yang ditemui ketika sedang menunggu taksi untuk pergi  Masjidil Haram di Syisyah, Makkah, seperti dilaporkan wartawan Republika, Didi Purwadi, Kamis (15/9) siang waktu Saudi.

Harahap yang pensiunan Departemen Keuangan ini pun mengaku tidak akan membawa barang bawaan melebihi batas ketentuan yakni 32 kilogram. Jamaah kloter MES-06 yang akan terbang pulang ke Tanah Air pada 17 September ini mengaku cukup mengisi kopernya dengan barang-barang yang perlu saja.

"Barang-barang bawaan mesti memenuhi ketentuan, jangan lebih 32 kg. Barang bawaan tas koper itu tidak boleh ditambah-tambah," katanya. "Tas tenteng. Tas gantung yang berisi dokumen. Tentunya tidak boleh bawa barang yang berlebihan, pasti mengalami kesulitan kalau lebih."

Muryati, jamaah kloter SOC-06, juga beralasan serupa. Jamaah wanita usia 58 tahun ini mengaku tidak membawa air zamzam karena memang dilarang.

Sementara, Hardi mengaku tetap akan membawa air zamzam meski tidak ditaruh di dalam koper. Dia membawa air zamzam sebagai bekal di perjalanan menuju Tanah Air.

"Kan dilarang bawa air zamzam di dalam koper. Saya palingan bawa air zamzamnya di tas tentengan," kata jamaah asal Brebes yang akan terbang meninggalkan Arab Saudi pada 20 September.

Redaktur : Agung Sasongko