'Het Mekkansche Feest': Haji Dalam Pikiran Snouck Hurgronje
Sabtu , 07 Januari 2017, 04:21 WIB

Jamaah menggunakan ojek motor dadakan yang banyak dijumpai lalu-lalang di sejumlah terowongan kota Makkah. Salah satu nya di terowongan King Abdul Aziz yang menghubungkan Masjidil Haram dengan kawasan Mahbas Jinn. (Republika/Amin Madani)

Terkait soal prosesi haji pada saat Hugronje ada di Makkah, dia tak terlalu detil menceritakan suasananya. Konon karena dia tak sempat datang secara langsung karena keburu diusir penguasa Makkah karena ada laporan dari warga Perancis yang menuduhnya mencuri batu Tamia.

Maka masuk akal dan dapat dipahami kalau dia tak banyak bercerita mengenai suasana Makkah Kalau pun ada kisahnya terkesan hanya sepotong-sepotong. Hugronje misalnya hanya menulis begini tentang kesibukan kota Makkah menjelang puncak masa ‘puncak haji’: “Semenjak 8 Dulhizah sore, para jamaah haji sudah berdatangan untukmelakukan wukuf di Arafah. Pada malam harinya kawasan padang pasir itu pun sudah penuh dengan tenda dan ramai diterangi kerlip ribuan obor.”
 
Suasana seperti ini terus terjadi hingga tanggal 10 Dzulhijah. Setelah itu menjelang malam, jamah dengan membawa obor bergerak ke Arah Muzdalifah untuk mencari batu dan kemudian kesokan harinya mulai mengawali prosesi melempar jumrah di Mina.

Hugronje mencatat  suasana ini memang layaknya pesta sebab baik pada malam dan siang harinya makanan datang melimpah. Apalagi hewan kurban pun banyak dipotong.

''Selama waktu itu terdengar berkumandang suara takbir dan talbiyah yang diucapkan para jamaah haji yang kebanyakan datang dari kawasan Arab, Asia, dan Afrika,'' katanya.
 

Redaktur : Muhammad Subarkah


KURS VALAS

Sumber: Bank Indonesia
Mata uangJualBeli
USD
13365.00
13233.00
SAR
3564.19
3528.05
Last Update : Kamis, 27 April 2017