Program Talangan Haji dan Umrah Berisiko
Rabu , 11 Januari 2017, 14:35 WIB

AP / Mosa'ab Elshamy
Ilustrasi Jamaah Umrah

IHRAM.CO.ID,  MEDAN -- Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Prof Dr Jaffar Siddik, mengatakan, program haji dan umrah dengan menggunakan dana talangan dari layanan swasta memiliki risiko yang cukup tinggi.

"Banyak warga yang sudah selesai melaksanakan ibadah haji dan umrah, namun belum juga mampu menyelesaikan dana talangan tersebut," kata Jaffar di Medan, Rabu (11/1).

Oleh karena itu, menurut dia masyarakat yang dianggap belum mampu untuk pergi berangkat haji atau umrah, tidak usah memaksakan diri, hal tersebut kurang baik.  Sebab, warga yang berangkat ke Tanah Suci Makkah untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah adalah orang yang dianggap benar-benar mampu, dan tidak berharap dari dana talangan tersebut.

"Karena, memakai dana talangan itu, lebih banyak ruginya dari pada untung yang diperoleh masyarakat, dan hal tersebut harus dijauhi demi menghindari agar tidak terlilit utang," ujar Jaffar.

Ia menyebutkan malu rasanya kalau ada seorang warga yang terus didatangi oleh pihak pemberi dana talangan itu, karena belum juga melunasi hutang-hutangnya.  Hal tersebut, tidak hanya memalukan warga itu, tetapi juga menimbulkan beban pikiran yang cukup berat, dan bisa saja menimbulkan jatuh sakit.

"Jadi, masyarakat diharapkan dapat berpikir secara arif dan bijaksana untuk berangkat haji serta umrah dengan menggunakan dana talangan tersebut," ucapnya.

Jaffar menjelaskan keterlambatan dalam pelunasan dana talangan itu, juga dapat berimbas dengan gagalnya warga lain yang akan berangkat ke Makkah.  Karena, pemberian dana talangan itu, dilakukan secara bergiliran dan jangan sampai terputus atau tidak cepat melunasinya.

Bahkan, Kementerian Agama tidak menyarankan dan tidak menolerir adanya dana talangan tersebut. "Kita juga harus mendukung Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengimbau masyarakat agar tidak ikut program haji dan umrah talangan yang berpotensi merugikan calon jamaah," kata Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara.

Redaktur : Agung Sasongko
Sumber : Antara/Xinhua
BERITA TERKAIT


Agus Merasakan Getaran Saat Berdoa di Multazam
Senin , 13 Februari 2017, 09:04 WIB
Saat Tahalul, Agus Cukur Rambut Habaib dan Ulama
Senin , 13 Februari 2017, 16:50 WIB
Proyek Penataan Transportasi Makkah Mulai Dikerjakan
Senin , 13 Februari 2017, 04:23 WIB

KURS VALAS

Sumber: Bank Indonesia
Mata uangJualBeli
USD
13321.00
13189.00
SAR
3552.08
3516.69
Last Update : Senin, 17 April 2017