Amphuri Berharap Kuota ONH Khusus Ditambah
Rabu , 11 Januari 2017, 16:18 WIB

ROL/Wisnu Aji Prasetiyo
Sekretaris Jenderal Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Budi Firmansyah

IHRAM.CO.ID,‎ JAKARTA -- Rencana Pemerintah Arab Saudi untuk menormalisasi kuota haji dinilai merupakan kabar menggembirakan bagi masyarakat Indonesia. Pasalnya, selama lima tahun belakangan, kuota jamaah haji Indonesia dikurangi 20 persen tiap tahunnya.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Budi Firmansyah mengatakan, normalisasi kuota membuat tingkat antrean calon jamaah haji menjadi lebih cepat. Meski begitu, percepatan antrean tidak bisa dirasakan pada tahun ini. "Baru akan berimbas setelah tahun kelima," kata dia kepada Republika.co.id, Rabu (11/1).

Dia berharap, adanya normalisasi membuat kuota ONH Khusus menjadi normal yakni 17 ribu orang. Bahkan, menurut Firman, bila perlu kuota ONH Khusus tersebut ditambah. Pasalnya, banyak masyarakat cukup meminati layanan ini. "Antrean ONH khusus tambah panjang. Sebelumnya, masa tunggu tiga sampai empat tahun, sekarang tujuh tahun," kata dia.

Pihaknya berharap, adanya normalisasi kuota ini membuat kapasitas pelayanan jumlah layanan haji oleh pemerintah menjadi lebih baik dan lebih banyak. Firman pun berharap, semoga Pemerintah Indonesia bisa menegosiasikan dengan Arab Saudi untuk menambah kuota bagi jamaah haji asal Indonesia.

Sebelumnya, ketika jumlah total masyarakat Indonesia diasumsikan sebanyak 210 juta orang, maka kuota haji yang diberikan yakni 210 ribu orang. Untuk itu, mengingat jumlah penduduk yang terus bertambah, maka kuota tersebut hendaknya juga ikut bertambah. "Sekarang jumlah masyarakat Indonesia di atas 210 juta orang, maka kami harap ada tambahan 50 ribu kuota untuk Indonesia," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah Arab Saudi telah memutuskan mengembalikan kembali kuota jamaah haji untuk tahun ini. Sebelumnya, pengurangan kuota jamaah haji telah diberlakukan selama lima tahun belakangan.

Wakil Perdana Menteri dan Menteri Dalam Negeri Arab Saudi, yang juga Ketua Komite Haji, Putra Mahkota Muhammad Bin Naif, sepakat untuk mengembalikan kuota haji yang ada sebelum pemotongan. Dia pun berterima kasih kepada Raja Salman yang kembali menaikkan kuota baik bagi calon jamaah baik dari dalam maupun luar negeri.

Dia mengatakan, bahwa pihak yang berwenang telah melakukan persiapan untuk menerima jumlah tambahan calon jamaah untuk musim haji yang akan datang. Sebelumnya, otoritas yang berwenang memberlakukan pemotongan kuota 20 persen untuk calon jamaah dari luar negeri.

Angka tersebut berlaku bagi masing-masing negara. Sementara jumlah orang yang diizinkan untuk melakukan haji dalam Kerajaan Arab Saudi berkurang 50 persen. Pengurangan kuota tersebut untuk menjamin keamanan dan kenyamanan selama renovasi di sekitar Kabah dan beberapa proyek besar di tempat suci.



Redaktur : Agus Yulianto
Reporter : Qommarria Rostanti
BERITA TERKAIT