Biro Perjalanan Haji Sambut Baik Penambahan Kuota Haji
Kamis , 12 January 2017, 14:06 WIB

Dok MIW
Jamaah umrah Madinah Royal yang merupakan salah satu program unggulan Madinah Iman Wisata.

IHRAM.CO.ID,‎ JAKARTA -- Perusahaan biro perjalanan haji dan umrah menyambut baik normalisasi kuota jamaah haji untuk musim haji 2017. Pasalnya, penambahan kuota tersebut diyakini mampu mempercepat antrean jamaah haji saat ini yang sudah sangat panjang.

Pemerintah Arab Saudi memulihkan kembali kuota haji lantaran renovasi Masjidil Haram sudah selesai. Alhasil, kuota haji untuk Indonesia kembali pulih dari 168.800 (saat pengurangan kuota) menjadi 211 ribu. Bahkan untuk musim haji tahun ini ada penambahan kuota 10 ribu jamaah. "Ini prestasi pemerintah," ujar CEO Madinah Iman Wisata Nuryadin Yakub kepada Republika.co.id, Kamis (12/1).

Penambahan kuota dinilai sudah semestinya ditambah. Pasalnya, antrean haji reguler di beberapa daerah. Misalnya di Makassar, sudah mencapai 20 tahun. Meski begitu, Nuryadin mempertanyakan, dari penambahan kuota tersebut, berapa prosentase untuk haji reguler dan ONH Khusus.

Dia berharap, penyelenggaraan haji tahun ini menjadi lebih baik dibanding sebelumnya. "Semuanya serius. Semua pemangku yang terlibat proses ini total, fokus, ikhlas, dan jangan mengejar materi karena semua yang datang (ke Tanah Suci) adalah tamu Allah SWT," kata Nuryadin.

Pemulihan jumlah kuota haji serta penambahan kuota ini dilakukan setelah sebelumnya Pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk memotong jumlah kuota sebesar 20 persen bagi jamaah haji Indonesia dan negara lainya sejak 2013. Hal ini disebabkan adanya perluasan pembangunan fasilitas di Masjidil Haram di Makkah.

Pengurangan kuota jamaah haji sebelumnya telah diberlakukan selama lima tahun terakhir ini. Wakil Perdana Menteri dan Menteri Dalam Negeri Arab Saudi, yang juga Ketua Komite Haji, Putra Mahkota Muhammad Bin Naif, sepakat untuk mengembalikan kuota haji yang ada sebelum pemotongan. Dia pun berterima kasih kepada Raja Salman yang kembali menaikkan kuota baik bagi calon jamaah dari dalam maupun luar negeri.

Sebelumnya, otoritas yang berwenang memberlakukan pemotongan kuota 20 persen untuk calon jamaah dari luar negeri. Angka tersebut berlaku bagi masing-masing negara.

Sementara jumlah orang yang diizinkan untuk melakukan haji dalam Kerajaan Arab Saudi berkurang 50 persen. Pengurangan kuota tersebut untuk menjamin keamanan dan kenyamanan selama renovasi di sekitar Kabah dan beberapa proyek besar di tempat suci.

Redaktur : Agus Yulianto
Reporter : Qommarria Rostanti


KURS VALAS

Sumber: Bank Indonesia
Mata uangJualBeli
USD
13365.00
13233.00
SAR
3564.19
3528.05
Last Update : Thursday, 27 April 2017