Ms El: Di Depan Ka'bah Saya Merasa Kecil
Sabtu , 04 Februari 2017, 17:27 WIB

Musiron/Republika
Kabah

IHRAM.CO.ID, JAKARTA – Selalu ada rencana terindah kepada mereka yang meyakini kebesaran Allah. Ms. El tidak pernah menyangka bisa secepat itu bisa ke Baitullah, memang sejak lama dia menginginkan ke Tanah Suci.

Guna merealisasikan niatnya itu, Ms El menyisikan penghasilannya sebagai guru di sekolah Islam swasta. Sepanjang itu pula, ia berdoa agar bias ke Tanah Suci. Allah pun mengambulkan doanya.

Pada tahun 2012, Ms El mendapatkan hadiah umrah sebagai bentuk penghargaan guru terbaik di sekolahnya. Ia tak menyangkat mendapatkan hadiah tersebut.

Awalnya, sebelum berangkat Ms. El takut tidak bisa beribadah maksimal di Tanah Suci. Ini lantaran, banyak ia mendengar cerita pengalaman haji dan umrah koleganya.

“Saya berdoa, agar dimudahkan. Alhamdulillah,” kata dia.

Tiba di Makkah, Ms. El tak mau kehilangan waktu untuk beribadah. Mulailah ia bertilawah juz pertama. Pulang umrah, Ms El selesai 30 juz.

Selanjutnya, tiba di Madinah, Ms. El rombongan menginap di Masjid Nabawi. “Air mata tak terbentung, ketika melihat makam Rasulullah,” kenang dia.

Di Raudhah,  Ms El sangat bersyukur karena diberi kemudahan oleh Allah untuk bisa melaksanakan shalat sunnah dua rakaat yang sangat khidmat.

“Saya memanjatkan doa di Raudhah cukup lama, karena di Raudhah banyak yang bilang disana sangat sulit dan tidak bisa berlama-lama, siapapun yang terlihat sudah selesai shalat pasti akan  langsung di suruh pergi agar bergantian dengan yang lain.“

“Saya ada ide, saya menyembunyikan tangan saya ketika berdoa dibalik mukena jadi agar tidak terlihat sedang berdoa dan Alhamdulillah saya bisa memanjatkan doa cukup lama disana” ungkapnya.

Ms.El mengungkapkan, selama di Tanah Suci banyak orang yang tiba-tiba meminta di urut olehnya. “Pertama kali ketika di Madinah, tiba-tiba ada ibu-ibu asal Turki memegang tangan saya dan meletakan tangan saya di punggungnya, dia meminta saya urut. Saya sangat kaget karena Allah membuka tabir saya yang memiliki keahlian mengurut, setelah saya urut ibu-ibu itu terlihatlebih sehat dan berterimakasih kepada saya, setelah itu saya langsung berpindah ke shaf depan karena saya tidak mau riya dan menerima imbalan apapun” kenangnya.

Setelah dia berada di shaf depan ada seorang anak kecil yang berlari-lari dihadapannya dan terjatuh, tiba-tiba ibu si anak tersebut meminta Ms.El untuk memijit anak itu.  “Saya pijit anak itu, tapi dalam hati saya berdoa ‘Ya Allah apakah engkau membuka tabir saya dan apakah dengan keahlian memijit ini Engkau ridhai’ pokoknya saya berdoa meminta jawaban dari Allah, semoga saja Allah ridhai” ungkap Ms.El.

Pada hari keempat, Ms.El bersama jamaah lainnya melaksanakan ibadah di Makkah. Dia sangat khawatir tidak dapat melihat kakbah seperti saudaranya. Setiap shalat dia meminta kepada Allah agar diizinkan utnuk melihat kabah yang selama ini diimpikannya.

“Semakin mendekati Masjidil Haram, jantung saya deg-degan dan terus berdoa agar diperlihatkan kakbah. Subhanallah, Allah tunjukan kuasanya dengan mengijabah doa saya. Saya bisa melihat kakbah dari jarak yang sangat jauh, padahal waktu itu saya berada di luar kakbah tapi memang posisi saya tepat dengan pintu Masjidil Haram. Tapi saya sangat bersyukur karena takjub bisa melihat kakbah walau masih dalam jarak yang sangat jauh” ungkapnya.

Ms.El mengungkapkan, ketika di hadapan kakbah dia merasa sangat kecil dihadapan kemegahan kabah yang selalu diimpikannya. Selama menjalani ibadah, hatinya hanya tertuju pada Allah. Air mata sedih dan kerinduan terhadap yang Maha Kuasa mengiringi ibadahnya, dia sangat bersyukur karena diberikan rezeki terindah yang tidak pernah disangka olehnya.

“Kekhusyuan ibadah di sana terus terbawa sampai Tanah Air, sampai saya tidak sadar bahwa saya sudah pulang. Waktu hari pertama di Indonesia, saya bangun tidur langsung bergegas ingin ke thawaf. Suami saya menyadarkan saya bahwa saya sudah di Indonesia, sungguh itulah kenikmatan kekhusuan ibadah disana. Sampai saat ini membuat saya giat untuk menabung agar bisa kembali kesana”ungkapnya.

Redaktur : Agung Sasongko
Reporter : mgrol86