Mengajak Anak Berhaji, Bolehkah?
Kamis , 09 March 2017, 12:33 WIB

Yogi Ardhi/Republika
Ilustrasi Jamaah Haji Anak-anak (Foto & Editing: Yogi Ardhi/Republika

IHRAM.CO.ID, Banyak pertanyaan timbul ketika orang tua ingin mengajak anaknya yang masih kecil untuk menunaikan ibadah haji. Pertanyaan seputar bisakah anak-anak pergi haji, haruskah mereka pergi haji, hingga peraturan dan ajaran Islam terkait anak kecil pergi haji biasanya diajukan para orang tua ketika memasuki bulan-bulan menjelang haji.

Seorang ibu asal Inggris Reyhana Sayed mengatakan, untuk beberapa orangtua Muslim, mengajak anak-anak pergi haji bisa menjadi bagian dari mengajarkan mereka tentang Islam. "Saya ingin mengajak anak memahami pentingnya haji dan memetik hasil dari perjalanan. Ini adalah bagian dari mengajarinya agama kita, "kata Reyhana seperti dikutip dari Al Arabiya News," beberapa waktu lalu.

Namun, tidak semua orang tua berpandangan demikian. Mufti di Kementerian Urusan Islam Dubai Muhammad Alkobaisi mengatakan, dalam Islam anak-anak tidak wajib pergi haji. "Tugas keagamaan itu hanya berlaku bagi dewasa dan orang-orang yang mampu. Tidak ada kewajiban agama pada anak-anak, termasuk haji dan umrah," kata dia.

Namun, kata Alkobaisi, anak-anak bisa pergi haji jika wali mereka ingin menghajikannya. Nantinya manfaat haji tersebut dianggap milik si anak beserta wali yang membantu anak. Hal ini sesuai dengan hadits dari Ibnu ‘Abbas, dari Nabi Muhammad SAW bersabda bahwasanya beliau pernah bertemu dengan sekelompok orang yang berkendaraan di Rawha’, lalu ia bertanya, “Siapakah kalian?” Mereka menjawab, “Kami adalah kaum muslimin.” Kemudian mereka bertanya, “Siapakah tuan?” Beliau menjawab, “Aku adalah Rasulullah.” Kemudian ada seorang wanita yang mengangkat seorang anak kecil (yang masih menyusui) di hadapan beliau lalu bertanya, “Apakah jika anak ini berhaji, hajinya teranggap?” Beliau menjawab, “Ya dan untukmu juga ada pahalanya.” (HR Muslim no. 1336).

Meski anak kecil diperbolehkan berhaji, namun penting dicatat bahwa itu tidak menghilangkan kewajibannya saat ia dewasa nanti. Namun kembali lagi, hal tersebut kembali pada kemampuan anak kelak.

"Haji dimulai dengan niat ihram (masuk dalam keadaan kesucian ritual haji). Jika anak sudah cukup dewasa untuk memahami, maka dia melakukan itu sendiri setelah izin dari wali. Anak itu kemudian dapat melakukan sisa tugas haji sendiri," ujar Alkobaisi.

Namun, jika anak tidak cukup dewasa untuk memahami, maka wali harus membuat niat ihram atas namanya, dan membimbing anak tersebut. Juga, setiap tugas bahwa anak tidak dapat melakukan, seperti ritual setan-rajam simbolis, dapat dilakukan oleh wali atas nama anak muda itu.

Dia mengatakan, keputusan akhir mengajak anak-anak ada di tangan orang tuanya. Yang jelas Alkobaisi mengimbau agar keputusan itu dibuat dengan matang dan tidak dianggap enteng, "Karena anak-anak lebih rentan terhadap panas, sengatan matahari, penyakit menular dan kesulitan selama haji," ujarnya.

Apabila ingin mengajak anak-anak berhaji, orang tua harus memberikan semua vaksin yang diperlukan dan mengambil tindakan pencegahan gangguan kesehatan seperti diare serta dehidrasi, memperhatikan anak setiap saat. Berdasarkan catatan haji tahun lalu, tidak ada catatan resmi berapa jamaah anak-anak yang menunaikan haji.

Inilah tips terbaik apabila Anda memutuskan mengajak anak pergi haji:

1.  Dapatkan imunisasi yang perlu dilakukan
2. Tanyakan apakah ada panduan yang memiliki fasilitas khusus atau program haji untuk anak-anak
3. Hindari anak dari dehidrasi dan memakai pakaian ringan, sebaiknya berbahan katun
4. Pilihlah hari yang sejuk ketika hendak berziarah mengunjungi Muzdalifah
5. Bawalah obat-obatan dasar untuk anak seperti sirup obat batuk dan penghilang rasa sakit


Redaktur : Agus Yulianto
Reporter : Qommarria Rostanti