Agar Tubuh Beradaptasi dengan Cuaca Tanah Suci
Ahad , 12 Maret 2017, 15:33 WIB

ROL/Didi Purwadi
Makkah

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Perbedaan cuaca perlu disikapi bijak para calon jamaah haji. Pasalnya, ibadah haji menuntut stamina yang luar biasa. Karena itu, perlu ada persiapan khusus guna beradaptasi dengan cuaca di Tanah Suci. Berikut tipsnya:

Tingkat kelembaban yang ada di Indonesia dan Arab Saudi sangat berbeda. Di Indonesia, kelembapannya berkisar 75-80 persen. Kondisi cuaca panas dalam level ini masih memberikan rasa nyaman. Akan tetapi, di Arab Saudi, tingkat kelembabannya jauh berbeda dengan cuaca Tanah Air, yaitu mencapai 20-30 persen. Panasnya tentu saja akan terasa sangat menyengat.

Untuk itu, calon jamaah agar bisa melakukan proses aklimatisasi sejak awal di Indonesia. Salah satu cara yang dapat dilakukan dengan melakukan latihan jalan pada pagi hari dengan durasi menyesuaikan kemampuan dan usia. Proses ini dapat dilakukan enam bulan sebelum keberangkatan.

Lalu, sebulan sebelum berangkat, calon jamaah haji mulai berlatih jalan ataupun lari pada siang hari. Durasinya bisa setengah jam sampai satu jam.

Persiapkan asupan gizi secara baik.

Setelah tiba di Tanah Suci, jamaah sebaiknya jangan terlalu memaksakan untuk segera beribadah ke masjid.

Sebaiknya para jamaah selalu memerhatikan asupan air yang masuk ke dalam tubuh. Minimal dalam satu jam, jamaah minum satu gelas. Sedangkan, dalam sehari, agar bisa meminum air enam-delapan liter.

Lantas, untuk menggantikan keluarnya keringat, jamaah asal Indonesia banyak mengonsumsi buah yang diolesi garam. Di antaranya, apel, jeruk, maupun pisang, yang memiliki kandungan kalium yang tinggi.

Jamaah juga menghindari pakaian warna hitam. Gunakanlah, kata dia, pakaian berwarna terang, seperti warna putih, karena hal tersebut tidak akan menyerap panas.

Jika ingin keluar, jangan lupa untuk membawa payung. Jangan lupa pula menyiapkan handuk kecil dan semprotan air.

Redaktur : Agung Sasongko