Jadwal Terbang tak Pasti, Jamaah Umrah Geruduk First Travel
Kamis , 20 April 2017, 17:33 WIB

Republika/Gumanti Awaliyah
Beberapa calon Jamaah umrah First Travel, sedang mengobrol di lobi Zest Hotel, Tangerang (Ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah calon jamaah mendatangi kantor First Travel di kawasan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan. Pasalnya, karena mereka belum mendapatkan informasi jadwal keberangkatan ibadah umrah.

"Saya daftar umrah sejak April 2016. Namun, hingga sekarang, belum dapat jadwal keberangkatannya," kata salah satu calon jamaah umrah Ahmad S di Jakarta, Kamis (20/4).

Ahmad bersama lima anggota keluarga daftar rencana umrah melalui perwakilan First Travel bernama Indah di Depok, Jawa Barat. Ahmad melunasi seluruh biaya umrah Rp 14 juta per orang dengan menyerahkan paspor dan berkas persyaratan lainnya.

Sejak melunasi biaya itu, Ahmad mengaku belum menerima jadwal pasti keberangkatan umrah. Namun, keterangan dari pihak travel menyampaikan rencana keberangkatan diundur sekitar September 2017. "Katanya, masih prioritaskan yang bayar pada Desember 2015 sampe Januari 2016," ujar Ahmad.

Ahmad menerima informasi tersebut dari First Travel melalui surat elektronik (email) yang memastikan pihak travel akan memberangkatkan calon jamaah yang telah daftar dan melunasi pembayaran hingga akhir 2017. Padahal, seharusnya berangkat pada Mei 2017.

Pria asal Depok, Jawa Barat itu mengaku, memilih First Travel dengan biaya umrah yang murah karena diduga perusahaan itu telah kontrak kerja sama dengan hotel di Makkah.

Sementara calon jamaah umrah lainnya asal Jawa Barat, Anang Sujana, kesal kepada First Travel yang tidak responsif terhadap keluhan jamaah yang telah mendaftarkan diri dan melunasi biaya umrah. Anang meminta perusahaan travel itu memastikan keberangkatan ibadah umrah ke Tanah Suci Makkah pada 2017.

Anang menerima informasi dari manajemen First Media yang mengungkapkan pihak maskapai penerbangan memboikot First Travel, sehingga berdampak terhadap jadwal keberangkatan calon jamaah.

Kuasa hukum First Travel Saminoto saat dihubungi Republika.co.id, mengatakan dirinya masih berada di luas (SPBU, red). "Tunggu lima menit lagi ya," katanya. Namun, setelah lima menit berlalu dan coba dihbungi kembali, ternyata teleponnya tak bisa dihubungi sampai berita ini diturunkan.



Air Mata Mengucur di Multazam
Selasa , 25 April 2017, 06:12 WIB
Di Yerusalem, Peziarah Muslim Ikut Merasakan Aqsa
Selasa , 25 April 2017, 08:00 WIB
DPR Sudah Ketahui Fasilitas Baru Haji 2017
Selasa , 25 April 2017, 03:20 WIB
Pegadaian Syariah Luncurkan Progam Arrum Haji
Selasa , 25 April 2017, 07:00 WIB

KURS VALAS

Sumber: Bank Indonesia
Mata uangJualBeli
USD
13365.00
13233.00
SAR
3564.19
3528.05
Last Update : Kamis, 27 April 2017