First Travel: Ini Efek Kerasnya Persaingan Bisnis Umrah
Jumat , 21 April 2017, 18:30 WIB

Istimewa
Dirut First Travel Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan (Ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Dalam beberapa waktu terakhir, pemberangkatan sejumlah jamaah umrah dari PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel) tertunda. Direktur Utama First Travel Andika Surachman mengatakan, hal tersebut merupakan efek dari kerasnya persaingan sejumlah bisnis umrah di dalam negeri.

First Travrl beserta jajarannya sudah dipanggil oleh Kementerian Agama dalam hal ini Direktur Umrah dan Haji Khusus Muhajirin Yanis pada (18/4) untuk memberikan klarifikasi dan menjelaskan duduk permasalahan sebenarnya. Andika menyebut, First Travel tengah berusaha menyelesaikan segala problem yang berkenaan dengan penundaan pemberangkatan umrah 2017.

First Travel, kata dia, tengah mengupayakan penyelesaian terbaik untuk kemaslahatan bersama. “Yang penting kami fokus melayani kebutuhan jamaah sampai semuanya selesai dulu. Kami berusaha keras menyelesaikan semua amanah dengan cara yang baik,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Jumat (21/4).

Salah satu solusi yang sempat ditawarkan First Travel adalah dengan mencarter pesawat Saudi Arabia yang dapat menjamin visa. Konsekuensinya, ada biaya tambahan dari jamaah karena harga tiket pada bulan Rajab dan Ramadhan selalu lebih tinggi daripada waktu biasa. Saat ini, First Travel  juga kembali mendata ulang seluruh jamaah yang sudah mendapatkan First Travelar program promo dan masih tertunda keberangkatannya dengan memprioritaskan pendaftar First Travel terdepan.

"Kami mohon para jamaah tetap sabar dan tenang, serta mendoakan penyelesaian terbaik untuk keberangkatan ibadah suci  yang sudah ditunggu-tunggu," kata Andika.

Dalam keterangan tersebut, managemen First Travel menuding penundaan keberangkatan jamaah umrah karena adanya sejumlah pelaku yang tergabung dalam empat asosiasi melakukan pemboikotan terhadap pengurusan visa dan paspor jamaah umrah First Travel, termasuk kasus yang berhubungan dengan pemutusan kontrak First Travel dengan pihak maskapai penerbangan Tanah Air. Kondisi inilah yang diduga menjadi penyebab terganggunya jadwal dan keberangkatan Jamaah Umroh Firts Travel ke Tanah Suci.

Pihak First Travel melihat upaya tersebut merupakan suatu wujud penzaliman karena sangat merugikan jamaah yang hendak melakukan ibadah ke Tanah Suci. Perusahaan tersebut menegaskan rogram promo yang ditawarkan First Travel adalah upaya membantu jamaah untuk melaksanakan perjalanan suci ke Tanah Haram, bukan sekadar tur wisata untuk bersenang-senang.

First Travel sendiri sangat prihatin atas kejadian yang dialami para jamaah dan terus berupaya menyelesaikan semua persoalan agar jamaah bisa berangkat umrah dengan lancar dan tenang. Salah satu jamaah umrah program promo First Travel Solihin menyayangkan terjadinya peristiwa itu. “Kami sekeluarga sangat menyayangkan kejadian pemboikotan ini, karena selama menggunakan jasa First Travel, kami sangat terbantu dengan pelayanannya selama melaksanakan umrah,” ujarnya. 

Jamah lainnya,  Anwar, mengimbau agar persaingan bisnis dilakukan dengan cara sehat.  “Sebaiknya persaingan bisnis dilakukan dengan cara-cara yang sehat, bukan dengan cara pemboikotan seperti ini karena bukan hanya First Travel yang rugi, tapi jamaah pun dirugikan. Terlebih lagi ini adalah untuk kemaslahatan umat Islam dalam menjalankan ibadah umrah,” kata dia.

Redaktur : Agus Yulianto
Reporter : Qommarria Rostanti
BERITA TERKAIT