Kenaikan Biaya Umrah Ramadhan Bisa 100 Persen
Kamis , 04 Mei 2017, 18:14 WIB

Republika/ Yasin Habibi
Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Haji Umroh dan Inbound Indonesia, Syam Resfiady (kanan)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA – Biaya penyelenggaraan umrah saat Ramadhan 1438 H biasanya lebih mahal dari bulan-bulan di luar Ramadhan. Bahkan, kenaikan biaya tersebut mencapai dua kali lipat dari harga normal.

Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan in-Bound Indonesia (Asphurindo) Syam Resfiadi mengatakan, kenaikan harga paket umrah saat bulan puasa seiring dengan kenaikan harga tiket pesawat dan hotel di Arab Saudi. Harga pesawat ke Arab Saudi kala Ramadhan masuk kategori ‘musim sedang’, sementara ‘musim tinggi’ biasanya terjadi saat haji.

Artinya, kata dia, di masa-masa tersebut penumpang pesawat ke Arab Saudi meningkat sehingga biayapun juga tinggi. “Kenaikan tiket pesawat dan harga hotel bisa 100 persen,” kata Syam kepada Republika.co.id, Kamis (4/5).

Kenaikan harga tersebut membuat jumlah jamaah umrah dari Indonesia tidak sebanyak biasanya saat Ramadhan. “Dari pengalaman ke belakang, Ramadhan justru sepi (jamaah Indonesia). Antusias banyak, tapi peminat sepi karena mahalnya harga sehingga hanya orang-orang yang punya kemampuan lebih yang bisa umrah saat Ramadhan,” kata dia.

Syam menyebut saat Ramadhan, warga Saudi dan jazirah Arab yang memadati Tanah Suci, bukan jamaah dari negara lain.  Untuk itu, biasanya Pemerintah Saudi membatasi kuota visa umrah untuk negara-negara lain saat Ramadhan agar tidak melebihi kapasitas.

Tahun-tahun sebelumnya, visa umrah Ramadhan harus sudah rampung sebulan menjelang tanggal keberangkatan. Namun, Syam bersyukur, hingga kini permohonan untuk visa umrah masih dibuka sehingga kesempatan masyarakat lebih terbuka.

Redaktur : Agus Yulianto
Reporter : Qommarria Rostanti