Opsi tidak Mengenakkan, Jamaah First Travel Dilema
Kamis , 18 May 2017, 00:20 WIB

Republika/ Wihdan Hidayat
Jamaah umrah First Travel yang tertunda (Ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Meksi memberi opsi, jamaah First Travel merasa opsi yang ditawakan tidak mengenakkan sehingga menjadi dilema. Pasalnya, bila hendak menarik kembali dana, jamaah harus menunggu dalam 30-90 hari kerja. Kalau pun berangkat, jamaah juga harus siap kaget dengan jadwal yang kerap berubah, apalagi kalau visa belum turun.

Salah satu jamaah First Travel, Amira (bukan nama sebenarnya), mengatakan, pihak First Travel belum merilis data resmi berapa jamaah yang belum berangkat. First Travel sempat menyampaik ada 40 ribu yang sudah berangkat. Tapi dugaan para jamaah, baru setengahnya sudah berangkat dan sekitar setengah lagi belum berangkat.

Di Fanpage Facebook yang beranggota 800 orang, yang berangkat baru tiga orang. Di antara mereka sudah ditunda berangkat satu hingga tujuh kali. Ada pula yang sudah ke bandara dan ditunda keberangkatannya.

Buat jamaah opsi yang ditawarkan First Travel jadi simalakama. "Menarik kembali dana mereka (refund) atau terus jalan, sama-sama tidak enak," kata Amira di Kantor YLKI, Rabu (17/5).

Jamaah korban janji First Travel banyak dari luar Jakarta. Kebanyakan mereka menyerahkan masalah ini ke agen. Beberapa orang siap mengambil tindakan hukum. "Sebagian kami masih mempertimbangkan ke ranah hukum. Kalau dipidakan, kami juga khawatir ada tuntutan balik ke konsumen," kata Amira.

Amira dan jamaah lain sempat berkonsultasi dari sisi hukum dan mendapat informasi kasus bisa dipidanakan atau diperdatakan. Ada pula jamaah yang sudah ada berkirim surat elektronik ke YLKI. "Tindak lanjut dari kami sekarang akan bersama YLKI. Kami siapkan data korban dan kronologis," kata Amira.

Mereka juga akan mengadukan persoalan ini ke Kemenag. Namun, mereka belum tahu seperti apa prosedur aduan ke Kemenag.

Amira melihat, promo dari First Travel tidak berhenti di musim tertentu, tapi terus berlanjut. "Promo seperti jadi bisnis utama mereka. Harga paket promonya beda-beda," kata Amira.

Redaktur : Agus Yulianto
Reporter : Fuji Pratiwi


KURS VALAS

Sumber: Bank Indonesia
Mata uangJualBeli
USD
13365.00
13233.00
SAR
3564.19
3528.05
Last Update : Thursday, 27 April 2017