Hindari MERS, Jamaah Diimbau Hindari Unta
Senin , 19 Juni 2017, 13:18 WIB

Antara/Zarqoni/ca
Sekelompok onta berjajar menikmati makanan di peternakan unta masyarakat setempat di kawasan Hudaibiyah, pinggiran Kota Makkah (Ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA --Jamaah haji/umrah asal Indonesia diminta untuk berhati-hati bila ingin berfoto dan menaiki hewan unta di Tanah Suci. Pasalnya, Kementerian Kesehatan Arab Saudi melaporkan tujuh kasus baru MERS-CoV selama pekan lalu. Semua kasus tersebut terkait dengan wabah terkini di rumah sakit di Riyadh. Informasi tersebut cukup membuat sejumlah negara waspada pada kemungkinan ledakan wabah MERS, termasuk Indonesia.

Tim kesehatan haji Indonesia menyampaikan, jamaah haji Indonesia, selama ini, tidak pernah terinfeksi MERS. "Karena upaya preventif kita yang ketat pada jamaah," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Indonesia, Dr. Eka Jusup Singka, MSc pada Republika.co.id, Senin (19/6).

Upaya preventif tersebut termasuk imbauan untuk selalu memakai masker dan agar selalu mencuci tangan dengan sabun. Selain itu, jamaah juga diimbau tidak mendekati unta. "Jangan berfoto atau kontak langsung dengan unta, biasanya jamaah itu berfoto, selfie atau naik langsung, lebih baik mencegah daripada mengobati" kata dia.

Selama ini petugas kesehatan selalu tegas dalam penerapan upaya preventif. Sebagian besar jamaah patuh sehingga pelaksanaan layanan kesehatan haji bisa berjalan mulus. Dr Eka mengimbau, agar jamaah tetap pada prosedur kesehatan yang berlaku. Pasalnya, jumlah personil tim kesehatan haji tahun ini akan berkurang dari tahun lalu.

Pengurangan sebanyak 38 orang itu seharusnya bisa dikerahkan untuk menetap di bandara, tim mobile, melekat di sektor Madinah juga Makkah. Dr Eka menyampaikan, meski jumlah tim berkurang, pelayanan akan tetap diberikan. Sehingga kerja sama yang baik jamaah haji untuk selalu patuh pada prosedur akan sangat membantu bagi kelancaran haji tahun ini.

Redaktur : Agus Yulianto
Reporter : Lida Puspaningtyas


KURS VALAS

Sumber: Bank Indonesia
Mata uangJualBeli
USD
13365.00
13233.00
SAR
3564.19
3528.05
Last Update : Kamis, 27 April 2017