Lelah, Menag Sempat Terlelap Sambil Berdiri di Bus Jamaah
Selasa , 20 June 2017, 21:17 WIB

dok. Kemenag
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sempat memejamkan mata dalam bus saat menuju Masjidil Haram dari terminal Jamarat, terminal terdekat dari Wisma Haji Indonesia di Makkah, Senin (19/6).

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Jam menunjukkan pukul 23.00 waktu Arab Saudi saat Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tiba di Wisma Haji Indonesia yang berlokasi di kawasan Aziziyah. Menag beristirahat sejenak karena baru tiba dari Madinah.

Perjalanan sekitar empat jam itu ditempuh Menag dengan mengenakan kain ihram setelah mengambil miqat di Bir Ali Madinah. Beristirahat sejenak, Menag mengambil wudhu untuk kemudian berangkat ke Masjidil Haram menjalani umrah.

Kota Makkah al Mukarramah selalu dipadati jamaah umrah setiap Ramadhan. Kepadatan memuncak pada 10 hari terakhir. Karenanya, akses jalan menuju ke Baitullah juga dibatasi. Jamaah bisa menggunakan sarana transportasi bus yang tersedia untuk mengantar mereka ke Masjidil Haram. 

Menag berangkat ke Masjidil Haram dari terminal Jamarat, terminal terdekat dari Wisma Haji Indonesia di Makkah. Pukul 23.30 waktu Arab Saudi Menag ikut berdesakan memasuki bus dengan jamaah lainnya. 

Kursi ternyata sudah penuh hingga Menag berdiri bersama jamaah lainnya. Tangan kirinya memegang erat pegangan bus. Selang beberapa menit, lelah mendera, kantuk menyergap. Mata Menag terpejam beberapa saat dalam ayunan gerak perjalanan bus. 

Sepuluh menit kemudian, bus sudah sampai di Terminal Bab Ali. Menag bersama jamaah menghambur keluar, berjalan menuju Baitullah yang berjarak sekitar 300 meter.

“Tadi saya sempat memejamkan mata di bus, dan itu bagi saya terasa lebih nikmat,” ujar Menag sembari berjalan menuju Masjidil Haram, Makkah, Senin (19/6).

Menag bertolak ke Arab Saudi pada 17 Juni 2017. Ia dijadwalkan akan berada di Tanah Suci hingga 22 Juni mendatang.

Selama di Makkah, ada sejumlah agenda yang akan dilakukan Menag, antara lain rapat koordinasi persiapan haji di Daker Makkah, meninjau kesiapan pemondokan, katering dan  simulasi shalawat serta meninjau kesiapan Armina (Arafah, Muzdalifah dan Mina).

Redaktur : Agus Yulianto
Reporter : Ani Nursalikah