Calon Jamaah Haji Indonesia Terbagi dalam 70 Maktab
Jumat , 30 June 2017, 06:52 WIB

Republika/Muhammad Subarkah
Seorang petugas menyiapkan tenda di Arafah.

IHRAM.CO.ID, BANDUNG, Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat Deddy Mizwar menuturkan kuota jamaah calon haji Jawa Barat tahun 2017 bertambah menjadi 38.626 orang (tahun 2016 sebanyak 28.888 orang) atau terbagi dari 50 maktab menjadi 70 maktab. "Alhamdulillah kuota haji Jabar bertambah tahun ini maka pelayanan untuk jamaah juga harus ditingkatkan," kata Deddy Mizwar dalam siaran persnya, Selasa pekan lalu (20/6). Saat itu Wagub Jawa Barat membuka Kegiatan Pembinaan Ketua Rombongan (Karom) Jamaah Haji Jabar Tahun 1438H/ 2017 M Angkatan II, di Asrama Haji Jl.Kemakmuran No.72 Bekasi.

Ia mengatakan penambahan kuota tersebut tentunya membawa konsekuensi terhadap sejumlah teknis penyelenggaraan Ibadah Haji tahun ini, satu di antaranya yaitu adanya penambahan jumlah kloter. Pada tahun lalu, kata dia, jumlah kloter secara nasional sebanyak 384, sedangkan tahun ini akan menjadi 500 kloter lebih.

"Selain itu, dari informasi yang kita peroleh, jumlah Maktab jamaah Calon Haji Indonesia juga mengalami yang cukup signifikan, yaitu dari tahun lalu hanya sekitar 50an Maktab, tahun ini menjadi sekitar 70 Maktab," katanya.

Oleh karenanya, lanjut Wagub Jabar, semua pihak harus menjalin sinergi yang lebih kuat lagi untuk pelayanan yang lebih baik kepada para jamaah Calon Haji Jawa Barat. "Jika tahun lalu hasil survei BPS menunjukkan bahwa tingkat kepuasan jemaah terhadap pelayanan haji kita berada di angka yang cukup baik yaitu 83 persen, maka tahun ini diharapkan persentasenya dapat lebih meningkat," kata dia.

Ia juga mengatakan bahwa penyelenggaraan Ibadah Haji memang menjadi kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahun, namun karena jamaah calon haji yang harus dilayani berbeda setiap tahunnya, ditambah lagi dengan adanya beberapa kebijakan baru yang ditetapkan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, maka dibutuhkan sejumlah langkah strategis untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan bagi para jamaah.

"Terutama melalui penguatan kinerja petugas haji baik di tingkat pusat dan Arab Saudi maupun petugas haji di daerah," kata dia.

Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat sebagai daerah dengan jumlah Jemaah Calon Haji terbanyak di Indonesia, memberikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran Kementerian Agama, terkait persiapan yang dilakukan di Arab Saudi untuk Penyelenggaraan Haji tahun ini sudah mencapai hampir 100 persen. Wagub Jabar juga menyampaikan terima kasih atas upaya terus-menerus yang dilakukan oleh Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada Jamaah Calon Haji Indonesia, mulai dari pemondokan atau hotel yang jaraknya semakin dekat, katering.

Kemudian fasilitas kesehatan, sarana transportasi yang tersedia 1x24 jam secara terjadwal baik di Makkah maupun Madinah, hingga perbaikan tenda dan sarana/prasarana lainnya di Arafah untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan dan kekhusyukan para Jemaah, sekaligus juga untuk menjaga harkat, martabat serta nama baik bangsa Indonesia.

"Pada saat yang sama, kita pun tentu mengharapkan agar persiapan di dalam negeri, terutama menyangkut Paspor dan Visa dapat diselesaikan seluruhnya tepat waktu, dan juga tepat prosedur, baik kuota reguler maupun khusus, sehingga tidak ada Jemaah Calon Haji yang mengalami keterlambatan ataupun adanya penyusup atau jemaah haji ilegal yang menggunakan visa selain visa haji," kata Deddy.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, A. Buchori mengatakan kegiatan pembinaan ini diadakan sebagai upaya agar dipahaminya tugas pokok dan fungsi ketua rombongan (karom) dalam membantu ketua kloter, pada pelaksanaan Haji tahun 1438 H/ 2017.

"Adapun peserta sebanyak 558 orang dari 17 Kabupaten/ Kota se-Jawa Barat, kegiatan dilaksanakan 3 hari, mulai 20-22 Juni 2017, bertempat di asrama haji Bekasi," kata Buchori.

Para peserta Kegiatan Pembinaan Karom Jemaah Haji Provinsi Jawa Barat Tahun 1438 H/ 2017 M, tersebut diantaranya berasal dari Kabupaten Majalengka, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Sumedang, Kota Cirebon, Kota Bekasi, Kota Cimahi, Kabupaten Kuningan. Kemudian Kabupaten Bandung, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, Kota Banjar, Kota Bandung, Kabupaten Ciamis, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Cirebon.

Redaktur : Muhammad Subarkah
Sumber : antara