Calhaj Kota Bekasi Diberangkatkan dalam 10 Kloter
Senin , 10 Juli 2017, 10:11 WIB

Antara/Sahrul Manda Tikupadang
Sejumlah jemaah calon haji tengah antri naik pesawat udara.

IHRAM.CO.ID -- BEKASI — Jamaah calon haji asal Kota Bekasi, Jawa Barat, akan diberangkatkan ke Tanah Suci dalam 10 kelompok terbang (kloter) mulai awal Agustus 2017.

"Jumlah itu terbagi atas enam kloter diisi murni oleh calon haji asal Kota Bekasi dan empat kloter sisanya campuran dengan warga luar daerah," kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi Munjani di Bekasi, Minggu.

Menurut dia, dalam satu kloter akan diisi seluruhnya oleh 404 calon haji asal Kota Bekasi, sedangkan untuk kloter campuran diisi oleh 31 warga Kota Bekasi dan sisanya dari luar daerah.

Munjani mengatakan, kuota haji untuk Kota Bekasi pada pemberangkatan 1438 Hijriyah/2017 Masehi mengalami penambahan sekitar 20 persen dari 2016.

"Penambahan ini merupakan imbas positif dari ditambahnya kuota Jawa Barat semula hanya 67 kloter, kini mencapai 96 kloter," katanya.

Dia mengatakan, kuota haji untuk Kota Bekasi pada tahun ini berjumlah 2.785 orang atau bertahmbah dari 2016 yang hanya 1.900 orang.

Munjani menambahkan, pihaknya akan berupaya memberikan kenyamanan bagi para calon haji selama pemberangkatan, beribadah di Tanah Suci dan hingga kembali ke Indonesia.

"Misalnya untuk hotel di Madinah dan Mekah, Kemenag sudah menjalin kontrak kerja sama untuk penggunaannya sebagai tempat menginap jemaah. Standar hotel yang pada tahun lalu sudah baik kondisinya menjadi acuan tahun ini. Bahkan beberapa hotel lebih tinggi standarnya karena sudah bertaraf bintang empat juga lima," katanya.

Selain dari segi penginapan, kata dia, kenyamanan jemaah yang juga diperhatikan oleh Kemenag ialah dalam hal penyediaan tenda wukuf di Arafah.

Setelah bertahun-tahun, untuk tahun ini tenda wukuf untuk jemaah haji Indonesia diganti dengan spesifikasi yang diklaim lebih baik, lebih layak, lebih kuat, dan juga lebih nyaman.

"Selama berpuluh-puluh tahun, tenda wukuf di Arafah hanya berbahan parasut beralas terpal yang ditopang besi berkarat dan bambu yang rapuh," katanya.

Namun kini semuanya sudah diganti total dengan tenda berbahan PVC yang antiapi, antiair, tetapi bisa menyerap panas.

"Penopangnya pun besi-besi baja yang jauh lebih kuat sehingga jemaah lebih aman dan nyaman terlindungi," katanya.

Redaktur : Muhammad Subarkah