Tips Haji untuk Penderita Diabetes
Selasa , 18 Juli 2017, 00:45 WIB

Reuters
Ibadah haji

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Sekitar 2,5 juta orang menunaikan ibadah haji ke Mekkah di Arab Saudi setiap tahunnya. Tidak jarang diantara mereka adalah golongan risiko tinggi. Seperti manula dan jamaah dengan penyakit.

Penderita diabetes juga termasuk dalam golongan jamaah yang banyak melakukan perjalanan haji. Diabetes memang bukan pengecualian agar seseorang tidak menunaikan haji.

Asalkan dikelola dengan baik, penderita diabetes bisa menjalankan ibadah dengan lancar. Spesialis diabetes dari Pengobatan Internal di Imperial College London Diabetes Center di Abu Dhabi, Dr Farhana Bin Lootah, mengatakan bahwa manajemen diabetes bergantung pada rutinitas diet.

Hal ini karena selama berhaji adanya perubahan tingkat aktivitas fisik. Mulai dari waktu makan dan makan yang bisa berakibat pada fluktuasi kadar gula darah dan dehidrasi.

Berikut tips yang diberikan seperti dilansir dari The National:
1. Pastikan sudah memenuhi persyaratan vaksin influenza dan meningitis dua pekan sebelum keberangkatan. Penyakit menular seperti infeksi flu biasa terjadi pada masa haji karena sejumlah besar orang berkumpul di ruang tertutup dalam waktu bersamaan. Cobalah untuk menghindari kontak dekat dengan seseorang sebisa mungkin, dan kenakan masker wajah.

2. Persiapkan obat yang dianjurkan dokter dan tempatkan di wadah terpisah dan diberi label dengan baik. Pastikan juga untuk membawa kantong dingin untuk menyimpan insulin.

3. Selalu masukan obat ke barang bawaan kemana pun, bukan di bagasi. Ini akan membantu ketika insulin dibutuhkan darurat akibat perbedaan suhu ekstrim pada pesawat terbang.

4. Siapkan glukosa dan keton dipsticks (untuk mengetahui keadaan pengendalian diabetes selama Ihram).

5. Informasikan kepada penyelenggara perjalanan haji terkait kondisi medis Anda. Jika sesuatu darurat terjadi mereka bisa membantu penanganan.

6. Hindari berjalan tanpa alas kaki dan selalu melindungi kaki dengan sepatu yang nyaman dan kaus kaki katun yang bersih. Pastikan untuk mencuci dan mengeringkan kaki setiap hari. Perawatan kaki sangat penting bagi penderita diabetes. Kerusakan pada saraf perifer atau luka di kaki dapat menyebabkan kelemahan, rasa sakit dan mati rasa. Jika tidak ditangani dengan baik, luka atau lecet saja bisa mengakibatkan kemungkinan borok dan infeksi.

7. Berhati-hatilah dengan pilihan makanan untuk mengendalikan gula darah. Bagi sebagian besar kloter jamaah, makanan akan disajikan dengan gaya prasmanan, jadi pilihlah makanan dengan saksama. Mulailah makan dengan salad dan sayuran segar. Pilih nasi tanpa lemak untuk menjaga kadar gula darah tetap terkendali. Makanan penutup harus dihindari karena meningkatkan kadar gula darah dan menyebabkan dehidrasi. Sebagai gantinya, pilih buah yang memiliki indeks glisemik rendah dan banyak serat seperti pir, apel dan stroberi.

8. Siapkan makanan ringan sendiri, seperti segenggam kacang dan biji, yogurt rendah lemak, atau sup untuk menghindari penurunan kadar glukosa secara tiba-tiba. Pastikan memiliki akses gula sederhana setiap saat jika terjadi episode hipoglikemik. Hal ini terjadi ketika gula darah turun menjadi kurang dari 70mg / dl dan Anda mengalami gejala pusing, berkeringat dan palpitasi. Makanlah tiga kurma atau satu sendok makan madu, atau minum setengah gelas jus buah dan periksa kembali kadar glukosa darah Anda setelah 15 menit. Anda juga harus menginformasikan tim medis di lokasi.

9. Minum banyak air di siang hari dan setiap kali makan, minimal dua liter setiap hari, dan sebaiknya lebih karena ada kemungkinan kehilangan air melalui keringat atau diare. Cuaca di Mekah dan Madinah panas dan kering. Jangan lupa minum sesibuk apa pun ritual ibadah. Hindari minuman kafein dan minuman manis, seperti jus buah dan soda soda. Gunakan selalu payung dan semprotan air agar tetap dingin.

Redaktur : Dwi Murdaningsih
Reporter : Lida Puspaningtyas