Jamaah Haji Risti Diimbau dengan Pendamping
Kamis , 10 August 2017, 20:46 WIB

Istimewa/Media Center Haji
Calon jamaah haji sedang beristirahat (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- AMD, kakek berusia 90 tahun, asal Bogor, Jawa Barat, berangkat haji tahun ini tanpa pendamping. Sebenarnya AMD mendaftar ibadah haji bersama anak dan cucunya, tapi takdir berkata lain. AMD harus berangkat ibadah haji seorang diri.

Sebelumnya, AS Nenek berusia 84 tahun, asal Sulawesi Selatan, juga berangkat ibadah haji tanpa pendamping. Walau sudah ada rekomendasi dokter agar disertai pendamping, takdir AS berangkat ibadah haji seorang sendiri.

AMD dan AS masuk kategori risiko tinggi (risti) bergelang warna hijau. Artinya, kedua jamaah ini umurnya di atas 60 tahun, tapi tidak sedang dalam menderita penyakit yang perlu kewaspadaan tinggi. Namun, karena tidak ada pendamping, maka keduanya harus di rujuk ke KKHI.

AS mengalami gangguan psikologis, karena merasa seorang diri, kemudian AMD tidak mampu mengeluarkan air seni (kencing) dan harus dilakukan kateter. AMD selalu menahan kencing, karena takut ke toilet, sebab tidak ada yang mengantar atau mendampingi.

Hasil laporan Siskohatkes hari ke-12, tanggal 8 Agustus 2017, menunjukan data deteksi dini gangguan kesehatan pada jamaah haji sebanyak 189 orang, dengan lokasi di pondokan dan sektor khusus. Sedangkan emergency respons sebanyak 155 orang di pondokan dan sektor khusus.

Setelah dilakukan penanganan, 296 jamaah tersebut kembali ke Kloter, 62 jamaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan 33 dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi (RSAS). Menyikapi kondisi jamaah haji di atas, PJ Tim Promotif Preventif, M Latu mengingatkan kepada TKHI, Karu, Karom dan Ketua Kloter memantau keadaan kesehatan jamaah haji lansia yang tidak ada pendamping, sehingga kesehatan, ibadah dan aktifitasnya dapat terpantau dengan baik.

“Tak terkecuali kepada jamaah haji yang masih muda dan lebih sehat untuk turut berpartisipasi dalam membantu kelancaran dan kesehatan jamaah haji lansia yang tidak ada pendamping dan membutuhkan bantuan," kata Latu seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Kamis (10/8).

Selain itu, Latu juga berharap kepada jamaah lansia, bila akan keluar pondokan, ibadah dan ziarah untuk bersama-sama dengan rombongan. Hal ini untuk menghindari terjadinya jamaah tersesat, dll, sehingga keberadaanya dapat termonitor oleh petugas haji di kloter.

Redaktur : Karta Raharja Ucu
Reporter : Rr Laeny Sulistyawati