MERS Tewaskan Dua Orang di Saudi
Sabtu , 12 August 2017, 16:45 WIB

AP Photo/Hasan Jamali/ca
Jamaah haji mengenakan masker di Tanah Suci untuk mengantisipasi virus MERS.

IHRAM.CO.ID, RIYADH -- Seorang pria Saudi berusia 58 tahun dan seorang ekspatriat pria berusia 50 tahun meninggal dunia karena sindrom pernafasan di Timur Tengah, coronavirus (MERS). Dilansir Arab News, Sabtu (12/8), keduanya meninggal pada Kamis (10/8).

Kementerian Kesehatan Saudi mengatakan mereka menghembuskan nafas terakhir di Hail dan Khamis Mushayt. Informasi ini cukup meresahkan karena Saudi sedang dipadati oleh para jamaah haji.

Selain itu, Kementerian menyampaikan ada dua kasus baru MERS yang menimpa ekspatriat wanita berusia 38 dan 42 tahun. Keduanya didiagnosis positif virus MERS di Dawmat Al-Jandal di provinsi Al-Jouf.

Awal pekan ini, kementerian juga melaporkan sembilan kasus baru. Yakni tujuh kasus di Dawmat Al-Jandal dan yang lainnya di Madinah dan Khamis Mushayt.

Sejak Juli 2014, 1.694 kasus MERS telah tercatat di seluruh Saudi, termasuk 688 kematian. Saat ini ada 11 pasien yang menjalani perawatan medis di berbagai rumah sakit.

Seorang pejabat kesehatan senior mengatakan cara menghindari infeksi virus adalah dengan menjauh dari pasien yang terinfeksi atau yang dicurigai terinfeksi. Virus bisa ditularkan melalui melalui batuk dan bersin.

Masyarakat disarankan memakai masker pelindung di hidung dan mulut di tempat yang ramai, dan ikuti etiket kesehatan dasar saat bersin atau batuk.
Gejala umum penyakit ini meliputi batuk, sesak napas, mampet di hidung dan tenggorokan, dan diare.

Pada kasus lanjut, pasien dapat mengalami komplikasi serius seperti pneumonia, yang dapat menyebabkan kematian. Kementerian merekomendasikan agar masyarakat mematuhi pedoman kesehatan dasar, termasuk mencuci tangan dengan baik dengan sabun atau pembersih, terutama setelah batuk atau bersin.

Redaktur : Nidia Zuraya
Reporter : Lida Puspaningtyas