Dua Tewas karena MERS, Jamaah Diminta Jaga Pola Hidup Bersih
Ahad , 13 Agustus 2017, 01:50 WIB

Republika/ Amin Madani
Calon jamaah haji dianjurkan untuk senantiasa mengenakan masker saat berada di ruang terbuka selama di tanah suci untuk mengurangi risiko terkena penyakit menular lewat udara.

IHRAM.CO.ID, MADINAH — Kepala Seksi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja Madinah Edi Supriyatna meminta jamaah haji menjaga pola hidup bersih dan sehat. Hal itu menyusul tewasnya seorang pria Saudi berusia 58 tahun dan seorang ekspatriat pria berusia 50 tahun karena sindrom pernafasan di Timur Tengah, corona virus (MERS).

Seperti dilansir Arab News, keduanya meninggal pada Kamis (10/8). Selain itu,  Kementerian Kesehatan Saudi menyampaikan ada dua kasus baru MERS yang menimpa ekspatriat perempuan berusia 38 dan 42 tahun. Keduanya didiagnosis positif virus MERS di Dawmat Al-Jandal di provinsi Al-Jouf.

Edi mengatakan Tim Promotif Preventif (TPP) dan Tim Gerak Cepat (TGC) siap melakukan pertolongan gawat darurat dan pengendalian faktor risiko semua penyakit di Arab Saudi dan yang diderita jamaah haji Indonesia. "Jadi bukan hanya untuk penyakit MERS-CoV saja," kata Edi saat dihubungi di Madinah, Sabtu (12/8).

Menurut Edi, TPP turun langsung ke lapangan memberi penyuluhan dan contoh langsung pola hidup bersih dan sehat agar jamaah terhindar dari penyakit. Sedangkan TGC, bergerak cepat melakukan pertolongan darurat yang mengalami gangguan kesehatan. TGC juga yang merujuk baik ke KKHI maupun ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).

Dia meminta jamaah haji selalu memakai masker untuk mencegah penularan virus. Edi juga mengimbau jamaah haji tidak melakukan aktivitas berlebihan yang tidak perlu. "Termasuk berkunjung ke peternakan unta," ujarnya. 

Sejauh ini, ia mengatakan, belum menerima laporan korban tewas akibat MERS di Saudi.

Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) Haji Kementerian Kesehatan Eka Jusuf Singka mengatakan TPP dan TGC selalu waspada dan menjemput bola atau mengunjungi jamaah di penginapan jika ada yang sakit. Dia juga meminta jamaah haji selalu mencuci tangan dan tidak berfoto bersama unta karena unta menjadi medium penularan MERS-CoV.

Cara menghindari infeksi virus adalah dengan menjauh dari pasien yang terinfeksi atau yang dicurigai terinfeksi. Virus bisa ditularkan melalui melalui batuk dan bersin.

Masyarakat disarankan memakai masker pelindung di hidung dan mulut di tempat yang ramai, dan ikuti etiket kesehatan dasar saat bersin atau batuk. Gejala umum penyakit ini meliputi batuk, sesak napas, mampet di hidung dan tenggorokan, dan diare. Pada kasus lanjut, pasien dapat mengalami komplikasi serius seperti pneumonia, yang dapat menyebabkan kematian. 

Redaktur : Ratna Puspita
Reporter : Ani Nursalikah