Sewa Hotel Jamaah di Madinah Dievaluasi
Ahad , 13 August 2017, 12:42 WIB

Republika/Didi Purwadi
Hotel jamaah haji. (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID, MADINAH -- Kepala Daerah Kerja Madinah, Amin Handoyo memberikan catatan terkait pelayanan akomodasi jamaah haji Indonesia selama berada di Madinah. Dia mengatakan, masih ada lift yang rusak, listrik mati dan pendingin udara yang kurang dingin. Padahal, hotel yang disewa telah memenuhi standar dalam panduan.

"Jadi ada hotel yang tidak maksimal dari sisi layanan. Karena itu jadi catatan ke depan harus ditegaskan dalam pengadaan rumah (hotel)," ujarnya saat ditemui di Madinah, Sabtu (12/8).

Amin menambahkan, hotel-hotel yang disewa Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi  dari sisi jarak tidak boleh lebih dari 1.500 meter. Pelayanan standar minimal akomodasi bagi jamaah haji adalah tersedia pendingin udara meski bukan AC sentral.

Dia mengatakan, perlu ada evaluasi sistem sewa karena menurutnya sistem blocking time melelahkan bagi jamaah ketika terjadi perubahan jadwal. Jamaah bisa menunggu terlalu lama di bandara.

PPIH telah menyewa 131 hotel dan dua hotel cadangan di Madinah. Ada 17 majmuah (konsorsium penyedia hotel) yang menyediakan 131 hotel tersebut.

Menurut Amin, jika sistem sewa diubah dengan sewa musim, PPIH memiliki kendali terhadap penempatan hotel. Dengan sistem blocking time, penempatan jamaah diatur pemilik hotel sehingga kadang satu kloter terpisah di dua hotel.

"Tapi kalau sewa per musim bisa menempatkan jamaah sesuai dengan keinginan. Seandainya terpisah, bisa ditempatkan di hotel yang bersebelahan, tidak jauh terpisah," katanya.

Pecah kloter tetap tidak bisa dihindari karena komposisi hotel dengan jumlah jamaah kadang berbeda. Namun, masalah akibat pecah kloter itu bisa diminimalisir dengan memberikan hotel yang berdekatan. Petugas kesehatan kloter juga bisa mengunjungi jamaahnya yang sakit dengan cepat.

"Penempatan jamaah juga bisa cepat diketahui  karena kita yang menempatkan," ujar Amin.

Penerapan hotel dengan sistem sewa musim telah diterapkan negara lain, seperti Nigeria. "Kalau sewa musim kita harus berani membayar lebih. Apakah kita siap? Seharusnya demi jamaah kita siap," katanya.

Redaktur : Ilham Tirta
Reporter : Ani Nursalikah