Pemerintah Saudi Siap Layani Jamaah Haji di Makkah
Ahad , 13 August 2017, 14:20 WIB

EH Ismail
Masjidil Haram Padat Puluhan ribu jamaah haji dari berbagai negara memadati areal tawaf Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi, Jumat (18/9). Menjelang wukuf, kondisi masjid terbesar di dunia ini semakin dipadati jamaah haji yang ingin beribadah di sana. foto: EH Ismail

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Seluruh lembaga pemerintah memaparkan rencana kerja untuk melayani jamaah haji kepada Gubernur Makkah Pangeran Khaled Al Faisal. Mereka berusaha menyiapkan pelayanan terbaik bagi jamaah haji saat beribadah maupun dalam perjalanan.

Menteri Haji dan Umrah Mohammad Salih al Bantani mengatakan pemerintah Saudi telah berupaya semaksimal mungkin untuk melayani jamaah haji. "Sesuai arahan raja, semua kementrian dan sektor pemerintah berpartisipasi dalam melayani jamaah untuk memberikan kenyamanan, ketenangan dan keamanan tertinggi tidak terkecuali termasuk jamaah asal Iran dan Qatar,"jelas dia.

Dilansir dari Arab news, Sabtu (12/8) Kementrian Haji dan Umrah menyiapkan 95 ribu pegawainya untuk melayani jamaah haji. Mereka juga meluncurkan program Be Helpful, mengembangkan layanan bimbingan haji melalui pusat layanan dan bimbingan di sekitar Masjidil Haram dan menentukan lokasi kantor layanan lapangan.

Presidensi Umum Masjidil Haram dan Masjidil Nabawi mengerahkan 10 ribu pegawainya untuk bekerja di badan keamanan, memfasilitasi pergerakan jamaah di dalam dan diluar Masjidil Haram, membuka koridor di dalam Masjidil Haram, menyediakan salinan Alquran dalam bahasa Arab dan juga berbagai versi terjemahan, memberikan panduan kepada pengunjung wanita, mengawasi kebersihan masjid, menyediakan karpet, memasok air zamzam dingin di tempat yang nyaman.

Wali Kota Makkah akan menugaskan 23 ribu pegawainya untuk memantau kebersihan tempat-tempat umum, menguji bahan makanan, mengoperasikan dan memelihara jalan, jembatan serta terowongan. Sementara itu Departemen urusan kesehatan di Makkah telah menggelontorkan anggaran musim haji sebesar 12,7 juta riyal atau 3.386.531 dollar AS.

Mereka juga menyiapkan empat ribu tempat tidur di rumah sakit di Makkah baik untuk perawatan darurat maupun intensif, 128 pusat kesehatan sementara dan permanen, 39 tim medis lapangan, 100 ambulans untuk mengangkut pasien di tempat-tempat suci.

Selain Departemen Kesehatan, Palang Merah Saudi juga menyiapkan 1.245 pusat kesehatan permanen dan sementara menggunakan kendaraan. Mereka dibantu oleh 10 ribu paramedis pria, wanita dan sukarelawan. Tidak hanya kendaraan darat, mereka juga menyiapkan tiga ambulans udara.

Perusahaan air nasional juga telah meningkatkan pasokan air ke Makkah menjadi 18.150 juta meter kubik, sekitar 21 persen lebih banyak dari musim haji tahun lalu.



Redaktur : Agus Yulianto
Reporter : Ratna Ajeng Tejomukti