Soal Flu Unta, Jamaah Haji Diminta Tetap Waspada
Ahad , 13 Agustus 2017, 15:04 WIB

Republika/ Amin Madani
Calon jamaah haji dianjurkan untuk senantiasa mengenakan masker saat berada di ruang terbuka selama di tanah suci. Untuk mengurangi resiko terkena penyakit menular lewat udara.

IHRAM.CO.ID, MAKKAH— Dua warga Arab Saudi di Dumah Al Jandal, beberapa ratus kilo meter dari Makkah, terindikasi terkena virus MERS CoV atau yang sering dikenal dengan istilah flu unta. Dua laporan kasus ini baru ini asimptomatik dan ditemukan dengan surveilans karyawan rumah sakit. 

Kasubsi Tim Promotif Preventif (TPP) Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), Yudi Prianto, mengatakan sejauh ini belum ada jamaah haji Indonesia di Makkah yang terinfeksi.”Alhamdulillah hingga saat ini belum ada yang terinfeksi,” kata dia di Makkah, Ahad (12/8) seperti dilaporkan wartawan Republika.co.id, Nashih Nashrullah, dari Makkah Arab Saudi.

Dia mengatakan pihaknya telah melakukan penyuluhan-penyuluhan dengan mengimbau jamaah selalu menggunakan alat pelindung diri (APD), terutama masker bila keluar dari pemondokan.  Ini agar tidak mudah tertular penyakit atau virus.

“Mengingat semua jamaah dari seluruh dunia sudah mulai berdatangan yang kemungkinan bisa membawa virus,” kata dia. 

Yudi mengimbau jamaah tidak berkunjung ke peternakan unta, meminum langsung susu unta yang belum diproses, termasuk minum kencing unta karena ada kepercayaan di sebagian masyarakat setempat bahwa kencing unta adalah salah satu obat mujarab. “Padahal belum ada eviden based(dasar ilmiahnya),” kata dia.    

Dia juga meminta jamaah haji Indonesia beristirahat yang cukup, mengonsumsi makanan yang disiapkan karena menu katering yang disajikan telah memenuhi gizi lengkap dengan buah-buahan dan susu. Dengan demikian stamina terjaga dan tidak mudah sakit.

Pemerintah, kata Yudi, telah memberikan masker dalam jumlah yang cukup untuk setiap jamaah haji. Pihaknya senantiasa mendorong mereka memakai maskernya guna mencegah kemungkinan penularan penyakit tersebut. “Poster-poster juga telah kami tempelkan di hotel-hotel tempat jamaah menginap,” kata dia. 

  

 

Redaktur : Nasih Nasrullah