Setiap Jamaah Haji Habiskan 1 Kg Es Batu Selama Empat Hari
Ahad , 13 August 2017, 16:15 WIB

Republika/Musiron
Jamaah haji minum air Zamzam dingin yang ada di lingkungan Masjid Nabawi. Cuaca yang pasan saat ini, mendorong konsumsi air dingin menjadi tinggi. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Pada musim haji tahun ini, jamaah haji harus melalui suhu tinggi di Saudi. Sehingga, konsumsi minuman dingin pun menjadi salah satu solusi menghilangkan dahaga. Pabrik es batu sangat penting keberadaannya di Saudi karena suhu tinggi dan di saat musim haji saat ini.

Dilansir dari Arab News, Sabtu (12/8) pemilik pabrik es di Saudi Hisham Kaaki mengatakan, setiap jamaah haji rata-rata mengkonsumsi satu kilogram es batu setiap hari. "Tahun ini, jamaah haji Saudi mencapai dua juta orang," ujarnya.

Menurutnya, meningkatnya suhu di Saudi menyebabkan sulitnya mengangkut es batu ke tempat-tempat suci dan tempat jamaah haji tiba. Menjaga persediaan es batu agar tidak mencair di Makkah dan Madinah juga menjadi tantangan tersendiri.

Ahli Gizi Manal Hawsawi mengatakan, makanan yang didinginkan dapat mencegah tumbuhnya bakteri penyebab penyakit. Karena sulitnya mengangkut es batu ke tempat suci bersuhu tinggi, maka dia menyarankan, agar menggunakan kendaraan berpendingin. Sehingga es batu yang dibawa tetap membeku sampai di lokasi pengiriman.

"Ketika Makkah belum dimodernisasi, jamaah haji bisa mendapatkan secara bebas kebutuhan yang disediakan termasuk es batu. Biasanya yang menyediakan adalah warga yang tinggal di sekitar Makkah," ujarnya.

Di sisi lain, saat ini, Makkah dipenuhi dengan kantor dan fasilitas proyek. Sekjen Otoritas Pembangunan Makkah Khaled Fida mengatakan, 60 lingkungan pemukiman telah digusur untuk memperluas Masjidil Haram.

Kata dia, saat ini hanya ada dua lokasi pemukiman yang sebagai bagian peninggalan sejarah, Ajyad dan Ray Bakhsh. Saudi masih memberikan kesempatan bagi jamaah haji untuk merasakan suasan pemukiman penduduk lama. Rumah-rumah penduduk tersebut biasanya disewa jamaah haji sebagai tempat tinggal selama berada di Makkah.


Redaktur : Agus Yulianto
Reporter : Ratna Ajeng Tejomukti