Menkes Imbau Jamaah Haji Waspadai Merscov
Ahad , 13 Agustus 2017, 15:54 WIB

dok. Kemenag.go.id
Jamaah haji di Masjid Nabawi dihimbau untuk menggunakan masker guna menghindari penyebaran virus MERS (Ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek mengimbau jamaah haji Indonesia untuk waspada dan berhati-hati dengan kemungkinan munculnya penyakit Merscov. Jamaah haji disarankan memakai masker pelindung hidung dan mulut, terutama saat berada di tempat ramai, seperti Masjid Nabawi, Masjidil Haram, dan tempat lainnya, serta diikuti etiket kesehatan dasar saat bersin atau batuk.

Imbauan ini disampaikan Menteri Kesehatan menyusul beredanya informasi tentang adanya dua kasus baru MERS yang menimpa ekspatriat wanita berusia 38 dan 42 tahun. Keduanya didiagnosis positif virus MERS di Dawmat Al-Jandal di provinsi Al-Jouf, Arab Saudi.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan Subuh menjelaskan, kasus Merscov secara sporadis tetap terjadi di Saudi. Kasus ini seringkali berupa infeksi nosokomial di kalangan healthworkers pada fasilitas pelayanan kesehatan yang merawat pasien Merscov.

“Satu fakta yang terjadi, hingga sekarang belum terjadi sustained transmission di sana. Itu sebabnya tidak terjadi penyebaran ke berbagai negara. Bahkan, tidak ada jamaah haji dari luar Saudi yang tercatat terinfeksi Merscov sejak 2012,” ujar Subuh sebagaimana dikutip dari rilis Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI, Ahad (13/8).

Menyikapi hal ini, Kepala Pusat Kesehatan Haji Indonesia Eka Jusuf Singka meminta, seluruh petugas kesehatan haji di Arab Saudi untuk mengoptimalkan upaya promotif dan preventif kepada jemaah haji yang sudah berada di Makkah maupun yang masih di Madinah. “Jamaah juga diharuskan mencuci tangan dengan sabun, terutama setelah berada di WC umum atau toilet umum. Jangan menggosok-gosokkan tangan ke Mata atau hidung jika tangan belum dicuci dengan sabun,” kata Eka.

Lebih lanjut, Kapuskes Haji juga mengingatkan agar jemaah haji tidak berfoto-foto atau dekat-dekat dengan onta. Sebab, onta dicurigai sebagai medium penularan virus MERSCOV.

Redaktur : Agus Yulianto
Sumber : kemenag.go.id