Menkes Imbau Jamaah Haji Waspadai Mers-COV
Ahad , 13 August 2017, 18:43 WIB

Republika/Mahmud Muhyidin
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan (Menkes) Indomesia, Nila F Moeloek mengingatkan kembali kepada seluruh jamaah yang sedang melaksanakan ibadah haji untuk berhati-hati dengan kemungkinan munculnya penyakit Mers-COV. "Jamaah Haji disarankan memakai masker pelindung hidung dan mulut di tempat ramai, seperti Masjid Nabawi, Masjidil Haram dan tempat lainnya, serta mengikuti etika kesehatan dasar saat bersin atau batuk," kata Nila seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Ahad (13/8).

Imbauan tersebut terkait berita di media massa yang menyebutkan adanya dua kasus baru Mers-COV yang menimpa ekspatriat wanita berusia 38 dan 42 tahun. Keduanya didiagnosis positif virus Mers di Dawmat Al-Jandal di provinsi Al-Jouf. Kejadian ini ditemukan di Utara Saudi, di luar kota haji, beberapa ratus kilometer dari Makkah.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), M. Subuh menjelaskan, memang kasus Mers-COV secara sporadis tetap terjadi di Arab Saudi. Penyakit itu seringkali berupa infeksi nosokomial di kalangan tenaga kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan yang merawat pasien Mers-COV.

"Kewaspadaan dan kesiagaan harus tetap dilakukan sepanjang tahun, meskipun belum terjadi penyebaran ke berbagai negara, dan belum ada laporan tentang jemaah dari luar Arab Saudi yang terinfeksi Mers-COV sejak 2012, dan dilaporkan belum terjadi-nya sustained transmission di sana," ujarnya

Menyikapi pemberitaan media tentang adanya kasus MERS di atas, Kepala Pusat Kesehatan Haji Indonesia, Eka Jusuf Singka, meminta kepada seluruh petugas kesehatan haji di Arab Saudi untuk mengoptimalkan upaya promotif dan preventif kepada jemaah haji yang sudah berada di Makkah maupun yang masih di Madinah. “Jamaah juga diharuskan mencuci tangan dengan sabun, terutama setelah berada di WC umum atau toilet umum. Jangan menggosok-gosokkan tangan ke mata atau hidung jika tangan belum dicuci dengan sabun," katanya.

Eka juga mengingatkan agar jamaah haji tidak berfoto-foto atau dekat-dekat dengan unta. Sebab, unta dicurigai sebagai medium penularan virus Mers-COV. Hingga saat ini, seluruh pasien jamaah haji Indonesia yang dirujuk  ke RSAS tidak ada yang terindikasi Mers-COV berdasarkan konfirmasi laboratorium.

Redaktur : Ilham Tirta
Reporter : Laeny Sulistyawati