22 RibuPengemudi Asal Mesir dan Sudan Siap Layani Jamaah Haj
Kamis , 17 August 2017, 08:23 WIB

Heri Ruslan/Republika
Bus angkutan jamaah haji menuju Masjidil Haram

IHRAM.CO.ID, JEDDAH - Layanan transportasi bagi para peziarah haji adalah salah satu bagian penting dari operasi layanan haji dengan mengangkut mereka dari berbagai titik masuk di antara kedua kota suci Makkah dan Madinah. Untuk itu,  mengoperasikan angkutan di tengah lautan manusia di antara tempat-tempat suci di Makkah selama musim haji, jelas merupakan salah satu pekerjaan  yang sangat menantang.

Menyadri hal itu pihak Arab Saudi pun telah menyiapkan diri, melalui pembentukan serikat umum penyedia angkutan haji atau ‘General Motor Syndicate’. Di antara msuim haji General Motor Syndicate inilah yang selalu i mendapatkan porsi pekerjaan yang terbesar.

“Tahun ini, sindikat tersebut telah merekrut 22 ribu pengemudi musiman dari Sudan dan Mesir untuk mengoperasikan bus para peziarah. Selain itu, ada 27 perusahaan transportasi, di bawah payung General Motor Syndicate dengan 17.378 bus untuk memberikan layanan untuk musim haji,’’ kata Mohammed Qazi, sekretaris jenderal sindikat tersebut, seperti dilansir saudigazette.com.

Dia mengatakan bahwa kini lebih dari 850 bus akan tersedia untuk melayani kebutuhan agkutan jamaah haji. Dalam catatatan mereka  sindikat ini akan mengangkut lebih dari 1,5 juta peziarah, jauh lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

“Peningkatan frekuensi bus di kota suci dan juga dari Mina ke Haram akan menjadi tema inti dari rencana haji tahun ini”, tambahnya.

Qazi mengatakan, rencana pengangkutan jamaah haji telah mereka rancang enam bulan sebelum musim haji tiba. Alhasil dapat dipastikan semua hal terkait angkutan jamaah haji telah dipertimbangkan secara matang.

Dia mengatakan bahwa posko khusus angkutan jamaah akan didirikan di kawasan Arafat dan Muzdalifah. Posko ini akan  untuk memantau pergerakan kendaraan pengangkut jamaah haji secara real time.

Terkait soal angkutan jamaah haji, Menteri Haji dan Umrah  Arab Suadi Mohammed Benten mengatakan akan mengikuti kegiatan operasional sehari-hari dari sektor transportasi.

Bahkan, pada tahun ini untuk pertama kalinya Kementerian Kesehatan memeriksa kondisi kesehatan pengemudi, terutama memastikan bahwa mereka tidak memiliki kebiasaan mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan zat-zat yang memabukan.

Redaktur : Muhammad Subarkah