First Travel Rugikan Jamaah Hingga Rp 700 Miliar
Ahad , 20 August 2017, 14:02 WIB

Republika/Arif Satrio Nugroho
Sejumlah jamaah melaporkan First Travel ke SPKT Polda Metro Jaya (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, selama beroperasi, First Travel telah mengumpulkan calon jamaah sebanyak 72 ribu peserta. Dari 72 ribu calon jamaah itu pun terkumpul uang sebesar Rp 700 miliar.

"Bahwa 72 ribu orang telah daftar di First Travel, dan mereka sudah membayar dengan jumlah lebih dari Rp 700 miliar dana yang terkumpul," ujar Setyo di Polda Metro Jaya, Ahad (20/8).

Sayangnya, lanjut Setyo, bahwa calon jamaah yang diberangkatkan melalui Biro umrah ini tidak sampai setengahnya dari 72 ribu jumlah pendaftar. Yakni hanya 14 ribu orang saja yang bernasib mujur diberangkatkan oleh First Travel. Sedangkan calon jamaah lain masih belum diketahui nasib jadwal keberangkatannya. "Yang berangkat itu baru 14 ribu," ujat Setyo.

Oleh karena itu, sambungnya, penyidikan yang dilakukan polri tidak hanya berhenti pada tiga orang tersangka yang telah ditetapkan. Penyidik akan terus menelusuri aset-aset milik para tersangka yang diduga dibeli dari uang hasil jerih payah calon jamaah yang menabung demi berangkat ke tanah suci.

"Sebab itu, saat ini, polri sedang melakukan penelitan aset atau tracing. Semoga kami bisa mengetahui aset-asetnya di mana saja, baik aset bergerak maupun tidak bergerak," harapnya.

Seperti diketahui, belum lama ini, penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Porli melakukan penggrebekan di rumah milik tersangka Kiki di jalan Kebagusan. Sebelumnya juga penyidik telah memberikan garis polisi pada enam mobil, kantor First Travel, serta rumah milik tersangka Andika dan Anniesa Hasibuan.

Kanit V Subdit Dit Pidum Bareskrim Polri AKBP Muhammad Rivan Rifai mengatakan, penggerebekan di jalan Kebagusan tersebut ternyata kondisi rumah telah dikosongkan. Rumah seharga Rp 1,5 miliar itu diduga dibeli oleh tersangka yang merupakan komisaris keuangan First Travel dari dana pendaftaran calon jamaah.

"Kondisi rumah ini dihuni sekitar lima bulan, seharusnya sudah ada banyak barang, namun ternyata kosong. Ada informasi bahwa Kiki telah memindahkan semua barangnya. seperti tv, ac, dan sebagainya," ujar Rivan.

Polisi tidak akan terkecoh begitu saja. Polisi akan mengejar di mana perabotan isi rumah tersebut dipindahkan oleh Kiki pasca-dua hari penetapan tersangka kepada kakaknya, Anniesa.

"Dipindahkan bertepatan dengan hari kedua kakaknya ditangkap (tersangka), pasti kami akan kejar barang-barang ini," ucapnya.

Redaktur : Agus Yulianto
Reporter : Mabruroh