Menag Dukung Langkah Polri Usut Kasus First Travel
Ahad , 20 August 2017, 16:10 WIB

Mahmud Muhyidin
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polri saat ini tengah mengusut kasus dugaan penipuan yang dilakukan bos PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel), Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan. Kementerian Agama (Kemenag) mendukung langkah Polri tersebut.

"Saya dukung penuh Polri untuk mengusut tuntas kasus First Travel. Pemilik First Travel harus bertanggungj awab dan tak boleh lepas tangan atau melemparkan tanggung jawabnya ke pihak lain," kata Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin kepada Republika.co.id, melalui keterangan tertulis, Ahad (20/8).

Lukman mengatakan, kasus ini, harus segera dibawa ke pengadilan agar hukum bekerja secara adil dalam menyelesaikan masalah. Melalui putusan hukum atas kasus yang melibatkan First Travel, diharapkan keadilan ditegakkan.

Menag juga berharap, kasus First Travel bisa menjadi pelajaran berharga bagi para calon jamaah umrah lainnya. Sehingga, calon jamaah umrah bisa lebih cermat, teliti dan kritis dalam memilih Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau biro travel umrah.

Menag juga mengingatkan agar PPIU semakin amanah melayani jamaah umrah. "PPIU agar benar-benar amanah dalam melayani jamaah melakukan perjalanan ibadah ke Baitullah," ujarnya.

Kementerian Agama secara resmi telah menjatuhkan sanksi administratif pencabutan izin operasional PT. First Anugerah Karya Wisata sebagai PPIU. Sanksi tersebut ditetapkan melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 589 Tahun 2017 pada 1 Agustus 2017. Sebelumnya, puluhan ribu calon jamaah umrah menjadi korban dugaan penipuan First Travel.


Redaktur : Agus Yulianto
Reporter : Fuji Eka Permana