Saudi Butuh 120 Ribu Kambing dari Nigeria per Pekan
Rabu , 23 August 2017, 17:01 WIB

Republika/Heri Ruslan
Pasar hewan Kakiyah di Makkah yang menjual kambing untuk dam (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, ABUJA -- Arab Saudi membutuhkan 120 ribu ekor kambing atau domba per pekannya dari Nigeria. Kambing atau domba menjadi salah satu potensi yang menguntungkan kedua negara.

Gubernur Bank Sentral Nigeria (CBN), Godwin Emefiele seperti dilansir Daily Trust mengatakan hal tersebut saat menyampaikan kuliah umum berjudul 'Dilema Kebijakan Moneter Selama Resesi: Pilihan Potensial untuk Nigeria' pada Konferensi Umum Tahunan ke-201 Nigerian Bar Association (NBA) di Lagos

Menurutnya kambing atau domba menjadi salah satu potensi yang menguntungkan kedua negara. "Ekspor kambing atau domba bisa dalam bentuk hidup maupun beku untuk memenuhi kebutuhan konsumsi penduduk Saudi," katanya, Rabu (23/8).

Emefiele menawarkan, opsi ini untuk mengejar ekspor non-minyak. "Dari analisis awal tren perdagangan global dan diskusi dengan mitra dagang potensial, sekarang semakin jelas bahwa Nigeria dapat memperoleh keuntungan yang signifikan dari memasuki pasar barang-barang tertentu," kata dia.

Kambing dan domba dinilai sangat diminati oleh negara Arab. Terutama untuk musim kurban saat ini. "Misalnya, permintaan untuk daging halal dan wijen di seluruh negara bagian Gulf Cooperation Council (GCC) sangat besar," kata dia.

Arab Saudi menempati urutan pertama dalam impor domba dan kambing hidup. Sebanyak 45,02 persen produksi kambing atau domba Nigeria pergi ke Arab Saudi. Selain dari Nigeria, Saudi juga biasanya impor dari Sudan atau Somalia.

Idul Adha menjadi momen terbesar yang mengharuskan para peziarah membeli sebuah voucher kurban di Makkah. Sehingga kebutuhan hewan ini pun meningkat drastis. Tahun ini, diperkirakan 1,7 juta peziarah melakukan ibadah haji.


Redaktur : Agus Yulianto
Reporter : Lida Puspaningtyas