Ratusan Korban First Travel Tersebar di Sumatra Barat
Rabu , 23 August 2017, 17:31 WIB

Mahmud Muhyidin
Petugas melayani pengaduan jamaah korban dugaan penipuan perjalan umrah First Travel di Kantor Bareskrim Polri Gambir, Jakarta Pusat (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Kisruh pengelolaan First Travel dirasakan oleh ribuan jamaah yang menjadi korban iming-iming paket promo ibadah umrah. Di beberapa kota di Sumatra Barat, terutama Padang, Solok, Bukittinggi, Tanah Datar, Pasaman, dan Dharmasraya, jumlah jamaah yang belum diberangkatkan oleh First Travel ditaksir lebih dari 500 orang.

Salah satu agen First Travel di Padang, Amna (60 tahun) bahkan mengoordinir 500 jamaah yang tersebar di Sumatra Barat. Dari jumlah tersebut, lebih dari 300 jamaah belum bisa diberangkatkan hingga kini.

Menurutnya, kisruh penjadwalan umrah mulai terjadi di awal tahun 2017. Sejak Januari lalu, penjadwalan ulang atas keberangkatan umrah jamaah yang ia koordinir mulai terjadi. Puncaknya terjadi sejak April 2017 saat penundaan keberangkatan belum bisa terealisasi hingga kini.

Amna menyebutkan, terdapat sekitar 11 agen resmi First Travel di Sumatra Barat. Artinya, jumlah korban paket promo yang belum bisa berangkat umrah ditaksir sekitar 600-an orang.

"Saya tangani 500 (orang) lebih ada dari Padang, seluruh Sumbar mereka kontak saya tahunya dari laman First Travel. Uniknya, kalau dulu promo itu ada batas bulan, tahun 2017 ini promo sepanjang tahun. Itu lah kenapa orang tertarik," kata Amna saat ditemui di kediamannya di Tabing, Padang, Rabu (23/8).

Amna menyebutkan, pihak First Travel tidak pernah terbuka tentang alasan penundaan keberangkatan para jamaah umrah. Bahkan hingga saat ini kedua pemilik First Travel dinyatakan sebagai tersangka pun, belum ada kejelasan terkait keberangkatan atau pencairan kembali dana jamaah yang terlanjut dibayarkan.

Amna mengaku, sebagai agen ia merasa terzalimi atas sikap First Travel kepada jamaahnya. Padahal, sejak pertama kali menggunakan jasa First Travel pada 2014 lalu, semuanya berjalan lancar. Keanehan mulai terjadi di awal 2017 ini ketika First Travel merekrut agen di daerah-daerah secara masif. Belum lagi, pihak perusahaan menawarkan paket promo sepanjang tahun yang membuat peminat umrah langsung membludak.

Apalagi, Amna mengaku, tidak pernah menarik tambahan biaya dari para jamaah yang menggunakan jasanya sebagai agen umrah. Para jamaah tetap dikenakan biaya Rp 14,3 juta sesuai dengan paket promo yang ditawarkan First Travel. Ia hanya menarik tambahan dari biaya kirim koper yang ternyata tidak ditanggung First Travel, dan biaya manasik haji sebesar Rp 100 ribu.

"Saya merasa terzalimi. Kami harap ada reschedule. Atau refund sesuai janji mereka, 100 persen. Saya ada bukti dokumen atas tanggung jawab yang mereka harus penuhi," ujar Amna menahan emosi.

Amna mengungkapkan, sebagian besar agen First Travel di Sumatra Barat pernah merasakan fasilitas umrah yang ditawarkan First Travel sebelumnya. Seperti dirinya, yang pernah menjadi jamaah First Travel pada 2014 lalu. Saat itu ia berangkat umrah bersama keluarga besarnya. Harga yang jauh lebih murah dibanding paket umrah reguler, membuat banyak kerabatnya yang menanyakan perihal paket promo yang ditawarkan.

Puncaknya, pimpinan tempat Amna dulu bekerja memanfaatkan jasanya untuk diberangkatkan umrah dengan First Travel. Nama Amna pun semakin dikenal sebagai perantara First Travel, sampai akhirnya pada Februari 2017 ia resmi diangkat sebagai agen.

"Setiap agen harus membayar Rp 2,5 juta untuk terdaftar sebagai agen resmi," ujar Amna.

Dia mengakui, bahwa paket umrah yang ditawarkan First Travel tergolong sangat murah. Apalagi, fasilitas yang dipakai juga sama dengan paket umrah oleh penyedia jasa umrah lainnya.

Amna mengaku, pernah memanfaatkan jasa umrah lainnya pada tahun 2013 lalu dan harus merogoh kocek hingga Rp 23 juta. Bandingkan dengan ongkos umrah First Travel yang jauh di bawahnya, Rp 14,3 juta.

"Ini murah. Tas sama, hotel sama, pesawat sama, koper sama, makanan sama, Ka'bah sama, tapi harga jauh beda," kata Amna.

Dia pernah suatu kali bertanya langsung kepada istri dari bos First Travel, Anniesa Hasibuan, apa alasan di balik murahnya biaya travel First Travel. Amna mengaku, Anniesa tidak mau jujur menjelaskan kunci rendahnya biaya umrah First Travel. "Itu rahasia dapur kami. Sama seperti kenapa Air Asia bisa lebih murah dibanding maskapai lain?" ujar Amna menirukan perkataan Anniesa.

Kini, Amna bersama adiknya yang juga menjadi agen First Travel di Jakarta sedang berupaya menempuh jalur hukum. Tujuan utamanya adalah mencari solusi atas keberangkatan jamaah yang ia koordinir atau opsi refund yang harus dilakukan First Travel.

Redaktur : Agus Yulianto
Reporter : Sapto Andika Candra