Ribuan Jamaah Haji Asal Qatar Masuki Arab Saudi
Sabtu , 26 Agustus 2017, 09:27 WIB

saudigazette.com
Pintu gerbang perbatasan Salwa di Arab Saudi.

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Lebih dari 1000 peziarah haji asal Qatar telah memasuki wilayah Arab Saudi dengan melalui wilayah persimpangan perbatasan Salwa.

Masuknya jamaah haji Qatar ini terus berlanjut meski Qatar menolak mengizinkan Saudi Arabia Airlines membawa jamaah ke Jeddah dari Doha.

Pada 17 Agustus, Raja Salman memerintahkan agar memberikan kemudahan bagi jamaah haji asal Qatar untuk tiba di Arab Saudi. Mereka dipersilahkan masuk ke Arab Saudi melalui pembukaan persimpangan perbatasan Salwa. Berbeda dengan jamaah haji yang lain, jamaah haji asal Qatar mesuk ke Rab Saudi  tanpa harus mendaftarkan izin haji elektronik.

Perintah Raja Salman untuk membuka wilayah perbatasan kepada jamaah haji asal Qatar tersebut itu ditujukan kepada Putra Mahkota Muhammad Bin Salman, wakil perdana menteri dan menteri pertahanan, Sheikh Abdullah Bin Ali Al-Thani. Keputusan ini menandakan bahwa hubungan historis antara kedua negara tetap dipertahankan. I

Terkait denga layanan jamaah haji, sampai hari ini Rumah sakit di Makkah dan Madinah telah melakukan 1.400 operasi pada peziarah selama musim haji tahun ini.

Data Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, telah dilakukan 147 operasi bypass jantung dan tujuh operasi jantung terbuka antara 21 Juli dan 22 Agustus. Kementerian tersebut menyatakan bahwa telah ada 901 kasus dialisis ginjal, 42 prosedur endoskopi dan 307 operasi.

Sedangan jumlah kunjungan ke pusat gawat darurat di rumah sakit Makkah dan Madinah mencapai 11.837  kasus. Sedangkan tercatat sudah ada 17.974 pengunjung klinik rawat jalan didaftarkan. Sebanyak 139.281 jamaah haji telah menfatkan layanan kesehatan tersebut.

Kementerian tersebut menyediakan layanan khusus untuk peziarah secara gratis setiap musim haji yang mencakup operasi jantung terbuka, operasi bypass, dialisis ginjal, endoskopi dan kelahiran anak.

Fasilitas medis di lapangan tahun ini mencakup 100 mobil ambulans yang beroperasi sebagai unit perawatan intensif , di samping 80 pusat ambulans mobil besar. Kementerian tersebut juga telah menempatkan 29.000 praktisi medis untuk bekerja sepanjang waktu di lokasi ziarah tahun ini.

Redaktur : Muhammad Subarkah