Jumat Terakhir Maman Suwarman di Masjidil Haram
Ahad , 27 August 2017, 12:46 WIB

Istimewa
Koper jamaah calon haji A Maman Suwarman bin Kamar Wira yang wafat di usai melaksanakan shalat Jumat di Masjidil Haram, Jumat (25/8)

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- A Maman Suwarman bin Kamar Wira, jamaah calon haji yang berasal dari Tasikmalaya Jawa Barat, tergabung dalam Lembaga Haji Muhammdiyah (LHM) Jawa Barat anggota Regu 23 Rombongan 6 Kloter 47 JKS, salah seorang di antara jutaan jamaah yang mengikuti shalat Jumat berjamaah di Masjidil Haram, Jumat (25/8). Namun tak ada yang menyangka itu adalah shalat Jumat terakhir Maman.

Memasuki bulan Dzulhijjah 1438H, sangat terasa jumlah kaum Muslimin yang tiba di Makkah. Kepadatan jamaah sangat terlihat memenuhi ruang-ruang yang ada di Masjidil Haram saat shalat Jumat, (25/8) kemarin.

Maman dan rekan sekamarnya di pemondokan, Tata (53), pun ikut larut di antara lautan manusia itu. Menurut penuturan teman satu kamar Maman di Pemondokan Haji Indonesia di Makkah, dia berangkat bersama-sama Maman menuju Masjidil Haram dengan menggunakan Bus Shalawat. Dalam perjalanan sempat terungkap dari lisan Maman, bahwa Jumat kali ini adalah Jumat terakhir bagi dirinya.

Abu Muas Tardjono di Makkah Al Mukarramah, menceritakan, Tata saat itu tak berpikir apa-apa saat mendengar ungkapan lisan Maman. Selesai keduanya menunaikan shalat Jumat berjamaah dengan jutaan jamaah yang ada di Masjidil Haram pulanglah, mereka pun menggunakan kembali transportasi bus shalawat yang membawanya ke Pemondokan Haji Indonesia.

Dalam bus yang membawanya pulang, Maman sempat mengatakan merasa kehausan. Saat tiba di halte pemberhentian bus di depan pemondokan, keduanya lalu turun. Sebelum masuk ke dalam pemondokan, Maman sempat minum jus buah yang dibelikan Tata.

Keduanya naik lift yang tersedia di pemondokan untuk kembali ke kamarnya di lantai tujuh. Sesampai di  kamar, Maman langsung tiduran di tempat tidurnya. Tak lama Maman tertidur namun Tata merasa ada yang aneh  terhadap diri Maman yang sedang tidur. Karena biasanya saat tidur Maman sedikit mendengkur. Namun kali ini tidak ada suara dengkuran ama sekali.

Karena penasaran, Tata lalu memegang kaki Maman. Tata pun merasakan kaki Maman dingin saat dia raba. Tata juga menggoyang-goyangkan tubuh Maman namun tidak ada reaksi. Barulah Tata memberitahu  teman-teman sekamarnya dan memberitahu istrinya yang ada di kamar sebelahnya.

Segera dilaporkanlah kejadian ini kepada Ketua Rombongan LHM Jawa Barta, Imron Rosyadi, selajutnya mereka bersama-sama ke Ketua Kloter 47 JKS dan mengurus jenazah sesuai prosedur yang berlaku di  Maktab Saudi Arabia. Pengurusan Jenazah selesai jelang shalat Subuh. Jenazah Maman kemudian termasuk  beberapa jenazah yang dishalatkan di Masjidil Haram pada saat bada Shalat Subuh di Masjidil Haram, Sabtu (26/8). Maman dimakamkan di Komplek Pemakaman Asyaraya di Sebelah Timur Arafah.

Redaktur : Andi Nur Aminah