Sebanyak 16 Jamaah Indonesia Wafat di Arafah dan 38 di Mina
Ahad , 03 September 2017, 09:41 WIB

Antara/ca
Jamaah haji wafat (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan sampai dengan saat ini, jamaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci berjumlah 216 orang. “Data yang kami terima sampai sore hari tadi sebanyak 216 jamaah wafat, sebagian di Jeddah, Madinah, Makkah, dan Armina,” ujarnya usai meninjau kawasan Mina, Sabtu (2/9).

Rilis Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) menyebut, dari jumlah tersebut, 2 jamaah wafat di Jeddah, 36 di Madinah, dan 124 di Mekah. Selain itu, 16 jamaah wafat di Arafah dan 38 jamaah wafat di Mina.

Menurut Lukman, angka kematian tahun ini pada hari yang sama, sampai dengan masa puncak haji, lebih tinggi jika dibanding tahun lalu. Namun demikian, hal itu juga tidak terlepas dari meningkatnya jumlah jamaah haji Indonesia hingga 20 persen plus 10ribu.

Kalau dalam empat tahun terakhir, kuotan haji Indonesia hanya 166.800 seiring adanya pemotongan 20 persen, maka tahun ini kembali normal menjadi 211 ribu dan ada penambahan lagi sebesar 10 ribu.

Di samping itu, lanjut Menag, jamaah haji lansia dan yang memiliki risiko tinggi (risti) tahun ini juga lebih besar. Ditambah lagi dengan suhu udara yang juga jauh lebih panas dari tahun lalu.

Jamaah haji Indonesia saat ini tengah berada di Mina untuk menjalani mabit (menginap). Bagi jamaah yang mengambil nafar awal (menginap di Mina dari 10 – 12 Zulhijjah), mereka harus sudah keluar Mina pada 3 September sebelum terbenamnya matahari. Sedangkan bagi yang mengambil nafar tsani akan menambah satu hari menginap di Mina sehingga sampai 13 Zulhijjah.

Redaktur : Agus Yulianto
Sumber : kemenag.go.id