Kasus First Travel Bikin Omzet Pedagang Oleh-Oleh Haji Menurun
Rabu , 06 September 2017, 18:19 WIB

Republika/Prayogi
Warga yang menjadi korban First Travel mencari informasi di posko pengaduan korban First Travel di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (25/8).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Salah sorang penjual oleh-oleh haji di Blok F, Pasar Tanah Abang, Fathur Rohman (33) mengaku penghasilannya menurun sejak adanya kasus penipuan terhadap calon jamaah umroh oleh perusahaan jasa perjalanan PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel. Fathur menduga, penurunan omzet terjadi karena banyaknya calon jamaah umroh yang membatalkan rencana ibadahnya.

"Semenjak ada kasus First Travel itu ada penurunan, soalnya ada sebagian yang membatalkan umrohnya gitu. Itu pengaruh, karena yang tadinya mau beli oleh-oleh gak jadi," kata Fatur kepada Republika.co.id saat ditemui di tokonya, Rabu (6/9).

Pria asal Demak itu kemudian mengungkapkan jika penurunan omzet tersebut berlanjut hingga musim haji. Pada musim haji tahun ini, omzet yang diperolehnya tidak sebagus pada tahun lalu.

"Untuk konsumen, musim haji tahun ini beda sama musim kemarin. Musim kemarin itu lebih bagus. Kalau omzet dibanding sebelum musim haji dan saat musim haji ya jelas kita meningkat, tapi lebih bagus tahun kemarin," terang Fatur.

Seperti diketahui, polisi menetapkan Direktur Utama First Travel Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Hasibuan sebagai tersangka penipuan. Selain Andika dan Anniesa, polisi juga menetapkan Direktur Keuangan First Travel Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki sebagai tersangka.

Para tersangka menjanjikan calon jamaah untuk berangkat umrah dengan target waktu yang ditentukan. Namun, hingga kini para calon jamaah tak kunjung menerima jadwal keberangkatan. Bahkan, sejumlah korban mengaku diminta menyerahkan biaya tambahan agar bisa berangkat.



Redaktur : Indira Rezkisari
Reporter : Dadang Kurnia