7.258 Jamaah Sudah Terbang ke Tanah Air
Jumat , 08 September 2017, 03:34 WIB

Republika/Prayogi
Keluarga dan kerabat menyambut kedatangan jamaah haji kloter 1 Debarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (7/9).

IHRAM.CO.ID, JEDDAH -- Hari kedua pemulangan jamaah haji Indonesia, total sudah ada 7.258 orang yang telah diterbangkan menuju Tanah Air. Hal itu disampaikan Kepala Daker Bandara Arsyad Hidayat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.

Sampai hari kedua ini sudah ada 18 kloter dengan 7.258 jamaah yang sudah terbang ke Indonesia, ujarnya, Kamis malam (7/9).

Menurutnya, lima kloter terbang pada hari pertama pemulangan, Rabu (6/9), yaitu kloter pertama Embarkasi Medan (MES 01), Jakarta Pondok Gede (JKG 01), Solo (SOC 01), Makassar (UPG 01), dan Padang (PDG 01).

Sebanyak 13 kloter terbang sepanjang hari ini, yaitu tiga kloter dari embarkasi Surabaya (SUB), satu kloter dari embarkasi Balikpapan (BPN), satu kloter embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG), empat kloter dari Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS), satu kloter dari Medan (MES), dan tiga kloter dari Solo (SOC).

Untuk rencana pemberangkatan pada Jumat (8/9), Arsyad mengatakan akan ada 19 kloter yang kembali diterbangkan dari bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Total jamaah yang diberangkatkan besok adalah 7.649 jamaah.

"Jika digabung dengan pemberangkatan besok, hampir 15 ribu jamaah yang meninggalkan Jeddah menuju Tanah Air," ujarnya.

Dua hari pemulangan, Arsyad mengaku tidak ada kendala berarti. Namun, masih ada saja barang bawaan jamaah yang terkena penyisiran petugas maskapai karena tidak sesuai ketentuan. Barang bawaan tersebut antara lain berupa air zamzam dalam koper yang terpaksa dikeluarkan karena terdeteksi pada saat pemindaian (X-ray).

"Air zamzam dalam koper bahkan menjadi perhatian khusus maskapai agar disampaikan ke jamaah itu tidak boleh dibawa," ujar Arsyad.

Jamaah dilarang membawa gunting, gunting kuku, alat cukur jenggot di dalam tas kabin. Barang-barang tersebut termasuk yang disita petugas maskapai.


Redaktur : Indira Rezkisari
Reporter : Ani Nursalikah