Ke Mana Daging Kurban Warga Saudi Disalurkan?
Jumat , 08 September 2017, 16:08 WIB

Republika/Nasih Nasrullah
Anak-anak kecil bersama keluarga mereka bermain di pelataran Masjid al-Haram, Jumat (28/7) malam. Masjid al-Haram dipadati warga Arab Saudi untuk berumrah dan berziarah jelang pelaksanaan haji. Pemerintah Saudi melarang warga Saudi berumrah jelang puncak haji.

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Begitu banyak warga Saudi yang berkurban tahun ini. Pertanyaannya, ke manakah daging kurban warga Saudi disalurkan?

Sejak 2000, sebuah lembaga bernama Adahi berdiri. Adahi yang berarti lembaga pemanfaatan daging kurban ini, mempekerjakan lebih dari 40 ribu karyawan. Mereka bekerja setiap tahunnya guna menyalurkan 30 ribu domba, sapi, dan unta yang disembelih untuk didistribusikan ke 30 juta warga miskin dan pengungsi di 27 negara di Asia dan Afrika.

Seperti dilansir Arab News, Jumat (8/9), Adahi mampu mengolah 500 ton daging yang sudah tidak digunakan dan mengubahnya menjadi pupuk alami. Teknologi yang digunakan memisahkan lemak dengan mengekstrasinya lebih dahulu. Dari teknologi inilah, Adahi mampu menyingkirkan kelebihan daging dalam periode delapan hari setelah haji.

Proyek ini terbilang unik sebab menekankan ide kreatif untuk mengubah masalah menjadi solusi inovatif. Selain itu memiliki upaya untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi orang-orang yang kurang beruntung.

Sebelum didirikannya Adahi, Saeed Al-Amoudi seorang sarjana di Saudi mengatakan pada 1983 Kerajaan Inggris ikut turun tangan dalam mengatasi polusi yang diakibatkan qurban. Mengambil inisiatif untuk menghindari pemborosan daging dan membantu orang miskin. Dengan menugaskan Islamic Development Bank (IDB) untuk mengelola proyek tersebut bersama dengan pemerintah Saudi.

Redaktur : Agung Sasongko
Reporter : mgrol97