Jumlah Petugas Medis Haji tak Sebanding dengan Jamaah
Ahad , 10 September 2017, 17:58 WIB

Mosa'ab Elshamy/AP
Jamaah haji

IHRAM.CO.ID, MADINAH -- Terbatasnya jumlah petugas medis haji masih menjadi kendala dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Kekurangan bukan hanya pada dokter spesialis dan dokter umum, tetapi juga perawat.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengakui jumlah tenaga kesehatan tidak sebanding dengan jumlah jamaah haji yang memerlukan pelayanan kesehatan. Dia mengatakan kekurangan tenaga kesehatan terbentur dengan keterbatasan kuota petugas yang belum mengimbangi banyaknya jamaah haji.

"Ke depan ini yang harus kita perjuangkan sehingga kuota petugas kesehatan bertambah signifikan," katanya usai meninjau Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Madinah, Jumat (8/9).

Prinsipnya, ia menambahkan, akan memperjuangkan penambahan kuota khusus petugas. Dari situ akan dipilah mana petugas kesehatan dan petugas nonkesehatan.

"Tenaga kesehatan harus jadi prioritas, terutama untuk pelayanan di Armina (Arafah, Muzdalifah dan Mina) yang perlu perhatian serius," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Lukman berdialog dengan Kepala Seksi KKHI Madinah Edi Supriyatna dan Penanggung Jawab Medis KKHI Madinah Muh Rizqi Akbar. Menurutnya, kondisi KKHI baik dan sipa menerima jamaah. Ketersediaan obat juga tidak ada masalah.

Kementerian Kesehatan merekrut 1.963 tenaga kesehatan haji selama prosesi haji di Arab Saudi. dari jumlah tersebut, 1.521 orang di antaranya adalah Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI). Mereka terdiri atas 507 dokter dan 1.014 perawat.






Redaktur : Winda Destiana Putri
Reporter : Ani Nursalikah
Sumber : Center